Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Khalisa.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Khalisa.

Sri Mulyani: Jangan hanya Andalkan APBN untuk Atasi Masalah Perubahan Iklim

Ekonomi Sri Mulyani apbn perubahan iklim
Eko Nordiansyah • 11 Juni 2021 12:16
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, Indonesia tak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Apalagi dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit.
 
Ia mengatakan, Indonesia telah berkomitmen Nationally Determined Contributions (NDCs) untuk pengurangan emisi 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan dukungan Internasional. Untuk itu, dibutuhkan dana mencapai Rp3.461 triliun.
 
"Untuk memenuhi 41 persen dengan dukungan internasional, dibutuhkan dana USD247,2 miliar kalau dirupiahkan Rp3.461 triliun hingga 2030. Tiap tahun harus resources Rp266,2 triliun per tahun," kata dia dalam webinar di Jakarta, Jumat, 11 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, APBN baru mengalokasikan sekitar Rp86,7 triliun atau 4,1 persen dari total belanja untuk menangani perubahan iklim ini. Menurut Sri Mulyani, angka ini masih jauh dibandingkan kebutuhan per tahun yang mencapai Rp266,2 triliun.
 
"Makanya ini tidak selalu menggunakan APBN. Penanganan climate change harus gotong royong, pemerintah, swasta, filantropis, masyarakat melalui waste management, menggunakan air bersih, termasuk buang sampah, dan mengonsumsi barang-barang yang ramah lingkungan," ungkapnya.
 
Melalui skema climate tagging pada anggaran yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim, ia berharap sumber dana yang dimiliki pemerintah bisa lebih banyak. Ia juga berharap pemerintah daerah untuk berkontribusi menangani masalah ini.
 
"Dengan climate tagging Rp86,7 triliun, maka pemerintah terus berikhtiar agar berbagai pihak untuk ikut melakukan komitmen climate change melalui peran serta mereka. Termasuk di daerah, APBD-nya harus address isu climate change ini," pungkas dia.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif