Lebih Mudah, Penjualan SBR003 Diyakini Capai Rp5 Triliun

Eko Nordiansyah 14 Mei 2018 12:52 WIB
surat utange-SBN
Lebih Mudah, Penjualan SBR003 Diyakini Capai Rp5 Triliun
Ilustrasi. (Foto: MI/Rommy Pujianto).
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meyakini penjualan Surat Utang Ritel atau Saving Ritel Bond (SBR) dengan seri SBR003 dapat mencapai Rp5 triliun. Target penjualan ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan penerbitan SBR002 sebesar Rp3,8 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengaku optimistis target akan tercapai. Apalagi pemerintah membuka penawaran Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Negara (SBN) melalui online bekerja sama dengan berbagai lembaga keuangan.

"Bisa bernvestasi secara online, enggak perlu datang ke bank. Selama ini kan beli SUN dan SBN perlu datang ke bank, enggak praktis banget. Sekarang sudah dimudahkan, lebih terjangkau, lebih mudah," kata dia di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Senin, 14 Mei 2018.

Untuk SBR003, pemerintah bekerja sama dengan sembilan mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah. Di antaranya perbankan mulai dari BCA, Bank Permata, BNI, Bank Mandiri, dan BRI, hingga perusahaan investasi seperti Danareksa, Investree, Tanamduit dan Bareksa.

Dirinya menjelaskan, pembelian SBR003 dapat diilakukan dengan mendaftar secara online melalui aplikasi smartphone atau internet melalui sistem elektronik MiDis. Lalu investor akan memperoleh single investor identification (SID) dan rekening surat berharga via sistem pemesanan online.

Setelah memiliki SID maka calon investor dapat melakukan pemesanan melalui sistem elektronik MiDis, sehingga mendapat kode pembayaran. Adapun kode pembayaran digunakan untuk penyetoran sesuai pesanan. 

Selanjutnya, investor bisa melakukan pembayaran melalui saluran bank persepsi yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Kemudian investor akan mendapat nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan menerima bukti konfirmasi kepemilikan SBN ritel.

"Saya ingatkan juga bahwa ini alat instrumen yang disediakan oleh pemerintah. Ini bukan hanya investasi tapi ini bagian dari peran serta dalam membangun republik kita dengan cara membeli SBR," pungkas dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id