Freeport Sumbang Bea Keluar Terbesar di Semester I-2018
Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMTN) yang dulu bernama Newmont Nusa Tenggara berkontribusi terhadap pencapaian peneriaan bea keluar sepanjang semester I-2018. Bahkan, penerimaan bea keluar dalam enam bulan pertama telah melampaui target yang disusun untuk satu tahun.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, penerimaan bea masuk ditargetkan sebesar Rp3 triliun. Namun dalam realisasi hingga semester I-2018 telah mencapai Rp3,28 triliun atau 109,4 persen dari target. Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan sumbangan terbesar berasal dari Freeport Indonesia.

"Komposisinya Freeport Indonesia Rp2,24 triliun dan Newmont Rp290 miliar," kata Heru, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Juli 2018, seraya menambahkan bahwa bea keluar disetor oleh kegiatan di sektor komoditas, sektor tembaga, minerba lainnya seperti bauksit, nikel, serta turunan CPO, dan kulit.



Di luar komposisi Freeport dan Amman, lanjut Heru, bea keluar bersumber dari minerba lainnya sebesar Rp516 miliar yang terdiri atas nikel Rp360 miliar dan bauksit Rp156 miliar, produk kelapa sawit (turunan CPO) Rp129 miliar serta kayu dan kulit Rp110 miliar.

"Intinya nomor satu tembaga, dua minerba lainnya, ketiga turunan CPO, dan keempat kulit," jelas Heru.

Adapun secara keseluruhan penerimaan Ditjen Bea Cukai di semester I-2018 mencapai Rp72 triliun atau 37,1 persen dari target Rp194,1 triliun. Selain bea keluar, sumbangan tersebut berasai dari cukai Rp51 triliun dan bea masuk Rp7,7 triliun.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id