Illustrasi. MI/Manggala.
Illustrasi. MI/Manggala.

Maret 2019, Penerimaan Perpajakan Capai Rp279,94 Triliun

Ekonomi penerimaan pajak
Ilham wibowo • 22 April 2019 21:07
Jakarta: Realisasi penerimaan negara hingga 31 Maret 2019 bersumber dari perpajakan mengalami pertumbuhan dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,82 persen. Angka tersebut menunjukan perkembangan yang cukup positif dari capaian kinerja APBN.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan realisasi pendapatan negara dan hibah pada akhir Maret 2019 telah mencapai Rp350,10 triliun. Angka itu naik 16,17 persen terhadap target APBN 2019 atau tumbuh sebesar 4,90 persen secara year on year (yoy).
 
Realisasi penerimaan pajak tercatat telah mencapai Rp279,94 triliun. Berdasarkan target pada APBN 2019, realisasi tersebut mencapai 15,78 persen atau mampu tumbuh sebesar 1,82 persen yoy.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penerimaan perpajakan yang bersumber dari penerimaan pajak serta penerimaan kepabeanan dan cukai masing-masing mencapai Rp248,98 triliun dan Rp30,97 triliun," kata Luky dalam pemaparan APBN Kita di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin, 22 April 2019.
 
Pertumbuhan penerimaan pajak didorong oleh pertumbuhan positif PPh Nonmigas sebesar 7,52 persen dan PPh Migas sebesar 26,46 persen yoy. Realisasi komponen penerimaan PPh Nonmigas didorong oleh pertumbuhan penerimaan PPh 25/29 orang pribadi, PPh 21, PPh 25/29 Badan, dan PPh 22; yang masing-masing tercatat tumbuh sebesar 21,37 persen, 15,48 persen, 15,38 persen, dan 13,24 persen yoy.
 
"Di sisi lain, penerimaan PPh Migas masih tercatat tumbuh cukup signifikan sebesar 26,46 persen yoy," paparnya.
 
Penerimaan komponen Pajak Nonmigas yang berasal dari PPN dan PPnBM tercatat sebesar Rp89,94 triliun atau tumbuh negatif 8,88 persen yoy. Perlambatan terbesar berasal dari PPN/PPnBM dalam negeri dan PPnBM impor yang tumbuh negatif masing-masing sebesar 15,05 persen dan 13,80 persen yoy.
 
Namun demikian, pertumbuhan PPN dan PPnBM pada akhir Maret 2019 lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Februari 2019 sebesar negatif 10,40 persen (yoy). Faktor yang menekan yakni pertumbuhan restitusi yang cukup signifikan sebesar 46,2 persen (yoy) yang disebabkan oleh adanya kebijakan percepatan pembayaran restitusi, pembayaran restitusi normal, dan adanya putusan banding.
 
"Kebijakan ini dimaksudkan dalam rangka memberikan stimulus kepada perekonomian," tuturnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif