Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal.

Hubungan Industrial Pengusaha-Buruh Terjembatani dengan RUU Ciptaker

Ekonomi Omnibus Law
Husen Miftahudin • 31 Juli 2020 19:54
Jakarta: Revisi Undang Undang Ketenagakerjaan melalui Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) Omnibus Law menjadi sebuah keharusan. Pasal-pasal di dalam UU Ketenagakerjaan dinilai tidak lagi selaras dengan perkembangan dunia industri dan ketenagakerjaan saat ini.
 
“Reformasi UU Ketenagakerjaan lewat RUU Cipta Kerja sangat kita butuhkan guna membuat hubungan industrial antara pengusaha dan tenaga kerja menjadi lebih baik ke depan,” kata pengamat hukum Wan Abdul Manaf, di Jakarta, Kamis, 31 Juli 2020.
 
Ia meyakini tidak ada niat pemerintah untuk mempersulit rakyat lewat RUU Ciptaker. Menurutnya, RUU Ciptaker justru menjadi upaya pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“UU tersebut dirancang untuk mengefisiensikan berbagai peraturan yang selama ini banyak tumpang tindih yang memberatkan dunia usaha dan memperlambat investasi,” kata Abdul Manaf.
 
Adapun yang terjadi saat ini menurutnya, tumpang tindih aturan yang membuat iklim investasi menjadi lamban. Melalui RUU Ciptaker, tumpang tindih regulasi segera dipangkas. Dampaknya, iklim investasi di Indonesia bisa menarik minat investor untuk menanamkan modalnya ke Tanah Air.
 
“Para investor sesungguhnya sangat menginginkan berbagai kemudahan dalam menanamkan investasinya. Dan Ombibus Law akan memangkas berbagai aturan yang menghambat investasi,” kata Abdul Manaf.
 

(HUS)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif