Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Airlangga Sebut Jadwal New Normal Belum Ditetapkan

Ekonomi Virus Korona virus corona New Normal
Nur Azizah • 18 Mei 2020 18:42
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut belum ada tanggal pasti untuk memulai kehidupan yang baru atau new normal. Pemerintah masih fokus memperketat aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam dua pekan ke depan.
 
"Belum ada jadwal yang ditetapkan dan dalam dua minggu ini ditegaskan tidak ada kelonggaran sehingga seluruhnya itu akan menunggu kajian yang akan dilakukan dalam dua minggu ini," kata Airlangga di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.
 
Airlangga pun belum mau menyebutkan sektor mana saja yang akan mulai menerapkan new normal. Begitu juga siapa saja yang diizinkan bekerja di tengah pandemi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terkait dengan pekerja itu belum ada regulasi ataupun belum ada usulan yang terkait dengan kriteria umur, jadi itu bukan merupakan apa yang kebijakan yang diambil pemerintah," ujar dia.
 
Baca: Pemerintah Susun Strategi Restart Perekonomian
 
Sebelumnya, Kementerian BUMN berencana memberlakukan new normal mulai 25 Mei 2020. Namun, Kementerian BUMN mengklarifikasi pernyataan tersebut.
 
Deputi Bidang SDM, Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni menjelaskan 25 Mei 2020 bukan tanggal BUMN kembali menjalankan usaha seperti sediakala. Karyawan yang berusia di bawah 45 tahun juga tak langsung wajib masuk kantor pada tanggal tersebut.
 
Tanggal tersebut merupakan tenggat agar perusahaan pelat merah menyiapkan protokol mengenai the new normal seperti arahan Menteri BUMN Erick Thohir melalui surat nomor S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.
 
"Jadi ini fase BUMN menyiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario the new normal," kata Alex dalam konferensi virtual, Senin, 18 Mei 2020.
 
Baca: 25 Mei, Seluruh BUMN Harus Rilis Protokol The New Normal
 
Kementerian BUMN ingin agar para perusahaan pelat merah tidak pasif menunggu PSBB yang saat ini masih dikaji pemerintah. BUMN dituntut juga aktif melalui penyiapan protokol terutama terkait interaksi dengan para pelanggan serta stakeholder lainnya.
 
"ISurat ini bukan instruksi untuk masuk (fase new normal), tetapi untuk menyiapkan protokol agar BUMN siap menghadapi atau bahkan lebih jauh mendorong memengaruhi masyarakat agar masyarakat lebih disiplin terhadap protokol-protokol sehingga kita lebih cepat masuk ke new normal," jelas Alex
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif