NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN

Korban PHK Imbas Korona Bakal Dapat Santunan dari Pemerintah

Ekonomi Virus Korona ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 25 Maret 2020 09:42
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pemerintah akan memberikan santunan bagi para pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi virus korona (covid-19). Insentif akan diberikan untuk jangka waktu selama tiga bulan.
 
"Dari sisi BPJamsostek berikan santunan dan pelatihan, sehingga bisa dapatkan pelatihan plus santunan tiga bulan sebanyak Rp1 juta per kepala," kata dia, dalam video conference, di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Dihubungi terpisah, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menjelaskan, insentif ini diberikan bagi pekerja yang terkena PHK pada sektor formal yang ikut dalam kepesertaan BPJamsostek. Nantinya biaya pelatihan dan insentif akan ditanggung oleh BPJamsostek.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemerintah juga menyiapkan skema bagi mereka yang ter-PHK yaitu melalui pembiayaan dari BPJamsostek berupa bantuan pelatihan dan insentif yang diberikan selama tiga bulan, dengan total insentif Rp3 juta, dan biaya pelatihan Rp2 juta," jelas dia.
 
Sementara bagi pekerja informal dan tidak merupakan peserta BPJamsostek maka akan diarahkan untuk ikut program kartu prakerja. Dengan sedikit penyesuaian, program ini akan difokuskan bagi pekerja yang terkena PHK di sektor informal dan UMK akibat dampak covid-19.
 
"Pelatihan yang diberikan adalah pelatihan online dan penerima manfaat akan mendapatkan insentif sebesar Rp4 juta atau Rp1 juta per bulan selama empat bulan, dengan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta," ungkapnya.
 
Susiwijono menambahkan skema ini hanya berlaku selama empat bulan untuk memitigasi dampak covid-19 yang mengakibatkan banyak pekerja yang ter-PHK karena menurunnya omzet dan usaha di tempat mereka bekerja.
 
"Bila kondisi dan situasi sudah kembali normal, maka skema yang digunakan program Kartu Prakerja adalah skema awal, yaitu dengan total insentif Rp650 ribu, dan biaya pelatihan Rp5 juta," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif