Illustrasi Dok: MI.
Illustrasi Dok: MI.

Ekspor Masih Jadi PR Besar Pemerintah

Ekonomi ekonomi indonesia ekspor-impor
Husen Miftahudin • 06 Februari 2019 19:51
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah mendongkrak ekspor demi menjaga pertumbuhan ekonomi yang optimal di 2019. Catatan net ekspor yang minus sepanjang 2018 membuat pemerintah harus kerja keras demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sesuai APBN 2019 sebesar 5,3 persen.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, net ekspor selama 2018 tercatat turun 0,99 persen. Dia bilang, penurunan net ekspor sudah mulai terlihat sejak kuartal II-2018.
 
"Itu menjadi salah satu pekerjaan rumah besar yang harus segera dipecahkan karena berdampak terhadap komponen ekspor dan impor di pertumbuhan ekonomi," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi di kantor pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suhariyanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang secara kumulatif tercatat sebesar 5,17 persen disokong konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,05 persen. Kemudian investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,67 persen.Selanjutnya konsumsi lembaga non profit rumah tangga (LNPRT) tumbuh 9,08 persen. Sedangkan konsumsi pemerintah meningkat 4,8 persen.
 
Adapun dalam sruktur pertumbuhan ekonomi, ekspor RI di 2018 tercatat 6,48 persen. Iimpor tercatat lebih besar ketimbang ekspor, dengan angka 12,04 persen. Menurut Suhariyanto, upaya menggenjot ekspor memerlukan waktu. Upaya itu harus dimulai saat ini dengan mendorong daya sing industri, khususnya industri pengolahan.
 
Sementara itu, pertumbuhan industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sepanjang 2018 melambat. Dari 4,29 persen menjadi 4,27 persen. Jika dilihat dari subsektornya, Suhariyanto menilai makanan dan minuman perlu didorong pertumbuhannya karena kontribusinya yang besar terhadap PDB. Sepanjang 2018, pertumbuhan industri makanan dan minuman juga melambat menjdi 7,91 persen.
 
"Kalau dari subsektornya, ini yang paling besar share-nya itu makanan dan minuman. Jadi ini perlu didorong," pungkas dia, yang menjelaskan bahwa di 2018, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,17 persen dan belum sesuai target yang ditetapkan dalam APBN 2018 sebesar 5,4 persen.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif