Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin.

Dampak Usulan Pembebasan PPnBM Mobil Baru ke Ekonomi Masih Dihitung

Ekonomi perpajakan Kementerian Keuangan pajak barang mewah
Suci Sedya Utami • 01 Oktober 2020 22:03
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menghitung dampak pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil baru.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memutuskan usulan pembebasan PPnBM yang diajukan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang itu.
 
"PPnBM mobil belum (kita putuskan), kita masih terus hitung," kata Febrio dalam webinar bertema tax challenges and reforms to finance the covid-19 recovery and beyond, Kamis, 1 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Febrio mengatakan perhitungan yang dilakukan tentunya harus memperhitungkan seberapa besar dampaknya untuk bisa memulihkan daya beli masyarakat dan mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Seberapa besar yang akan kita berikan, seberapa besar bisa mendorong pembelian mobil dan seberapa besar dampaknya bisa menahan koreksi pertumbuhan ini, kita masih pelajari, belum bisa kita umumkan," jelas Febrio.
 
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). Pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi covid-19 diharapkan bisa tumbuh dengan stimulus. Pasalnya penjualan produk otomotif mengalami penurunan selama pandemi.
 
"Kami sudah mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk relaksasi pajak mobil baru nol persen sampai Desember 2020,” kata Menperin Agus Gumiwang.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif