Ilustrasi perekonomian Indonesia - - Foto: Medcom
Ilustrasi perekonomian Indonesia - - Foto: Medcom

Pengamat Usulkan Cara Indonesia Cegah Resesi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Krisis Ekonomi
Eko Nordiansyah • 06 Agustus 2020 20:16
Jakarta: Institute Development of Economic and Finance (Indef) mengusulkan sejumlah cara dalam mencegah resesi ekonomi di Indonesia. Salah satunya menekan kasus pandemi covid-19 agar ekonomi di kuartal III tumbuh positif.

Wakil Direktur Eksekutif Indef Eko Listiyanto mengatakan menyelamatkan masyarakat dari sisi kesehatan merupakan cara terbaik untuk bisa membuat ekonomi menjadi optimis.
 
"Terbukti negara-negara yang berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti di Tiongkok dan Vietnam lebih cepat pulih ekonominya daripada Indonesia saat ini," katanya dalam videoconferencedi Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan kapasitas testing PCR per hari serta menyiapkan fasilitas kesehatan untuk pasien covid-19. Saat ini kapasitas testing PCR Indonesia masih rendah dan cukup timpang bagi daerah di luar Pulau Jawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, pemerintah harus memperbarui data masyarakat miskin dan rentan miskin, agar distribusi bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran.
 
"Pemerintah pusat perlu bekerjasama dan berbagi peran dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota supaya tidak terjadi tumpang tindih pembagian bansos," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di ruang publik serta implementasi penyaluran stimulus pemerintah juga menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi nasional.
 
Di sisi lain, pemerintah juga perlu mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lantaran sektor tersebut merupakan urat nadi penggerak ekonomi dalam negeri.
 
"Jadi kalau kebijakan di sektor UMKM cepat dan tepat kemungkinan besar resesi ekonomi yang terjadi saat ini bisa lebih cepat teratasi, tentu hal ini dengan tetap menjadikan prioritas penanganan pandemi sebagai fokus utamanya," tambah dia.
 
Terakhir, pemerintah diminta mempertahankan aggregate demand dengan menjaga daya beli masyarakat. Misalnya menstimulas pemrintaan di tingkat rumah tangga petani melalui pemberian bansos padat karya.
 
"Dari sisi suplai, pasokan kebutuhan primer dan setidaknya tersier harus dijaga kuantitasnya dengan prinsip ketepatan harga dan tepat jumlah. Selain itu, menjaga kelancaran pasokan pangan harus menjadi prioritas utama," pungkasnya.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif