Pendapatan negara kemungkinan bakal berkurang akibat pandemi covid-19 di Indonesia. Foto: Medcom.id
Pendapatan negara kemungkinan bakal berkurang akibat pandemi covid-19 di Indonesia. Foto: Medcom.id

Pendapatan Negara akan 'Demam' hingga Pandemi Covid-19 Berakhir

Ekonomi ekonomi indonesia virus corona
Eko Nordiansyah • 02 April 2020 13:05
Jakarta: Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan pendapatan negara masih akan tertekan akibat virus korona (covid-19). Pasalnya selama pandemi ini pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar, sehingga membuat aktivitas ekonomi terhenti.
 
"Dalam keadaan seperti itu penerimaan pajak otomatis akan berkurang drastis. Berapa lama? Ya selama wabah masih berjangkit dan ekonomi terhenti," kata dia kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 2 April 2020.
 
Dirinya menambahkan, ketika ekonomi kembali berjalan normal tentu akan menghasilkan penerimaan negara yang lebih baik. Meski begitu dirinya optimistis pemulihan ekonomi setelah berakhirnya pandemi covid-19 ini di Indonesia akan berlangsung tidak lama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Piter beralasan fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Menurut dia, tidak ada masalah di struktur industri nasional sebelum korona ini terjadi. Dengan begitu, saat semua masalah covid-19 bisa diatasi oleh pemerintah maka industri bisa langsung bergerak kembali.
 
"Ini pentingnya pemerintah memberikan stimulus kemudahan selama wabah berlangsung agar industri tidak collapse selama wabah dan bisa membantu recovery economy ketika wabah berlalu," lanjut dia.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyebutkan, pendapatan negara akan mengalami penurunan hingga 10 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 akibat covid-19. Penurunan terjadi baik untuk penerimaan pajak, bea cukai, maupun penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
 
"PNBP turun dampak jatuhnya harga komoditas. Harga minyak kemarin turun di bawah USD20 per barel. Saat ini sedang dilakukan upaya sangat serius, namun harga minyak sangat rendah. Asumsi kita di kisaran USD60 per barel," ungkapnya.
 
Adapun realisasi pendapatan negara hingga Februari 2020 tumbuh negatif sebesar 0,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Pendapatan negara tercatat sebesar Rp216,6 triliun atau baru 9,7 persen dari target APBN tahun ini Rp2.233,2 triliun.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif