Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah - - Foto: dok Core
Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah - - Foto: dok Core

Defisit Anggaran 5,5% Dinilai Kurang Progresif

Ekonomi Nota Keuangan defisit anggaran RAPBN 2021
Antara • 14 Agustus 2020 19:40
Jakarta: Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai angka defisit anggaran dalam Rancangan Undang-Undang APBN 2021 yang mencapai 5,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) kurang progresif. Sebab, pemerintah tampak terlalu berhati-hati dalam merancang asumsi makroekonomi tersebut.
 
"Enggak ada masalah dengan pelebaran defisit. Saya justru berpandangan defisitnya kurang besar. Pemerintah masih terlalu berhati-hati," ujar Piter dikutip dari Antara, Jumat, 14 Agustus 2020.
 
Piter menambahkan pemerintah semestinya lebih progresif dan optimal dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan mengeluarkan berbagai stimulus lanjutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perlu berbagai stimulus. Sementara penerimaan pajak belum bisa dipaksa meningkat, karena dunia usaha pasti masih belum sepenuhnya pulih," terangnya.
 
Kendati demikian, program dan stimulus pemerintah dalam pemulihan ekonomi saat ini sudah relatif baik dan tepat. "Program pemerintah arahnya sudah banyak yang tepat. Tinggal diperbesar dan dipercepat realisasinya, bansos, bantuan kepada dunia usaha, dan lain-lain," pungkas dia.

 
Adapun dalam RAPBN 2021 defisit anggaran diperkirakan mencapai Rp971,2 triliun atau setara 5,5 persen dari PDB. Defisit tersebut lebih rendah dibandingkan defisit anggaran 2020 yang sekitar 6,34 persen dari PDB atau sebesar Rp1.039,2 triliun.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif