Gedung Bank Indonesia. FOTO: MI/SUSANTO
Gedung Bank Indonesia. FOTO: MI/SUSANTO

BI Dinilai Perlu Pangkas Bunga Acuan 25 Bps

Ekonomi bank indonesia suku bunga
Desi Angriani • 23 Januari 2020 10:10
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dinilai perlu memangkas suku bunga acuannya ke level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia siang ini. Perkiraan itu mengingat rendahnya tingkat inflasi dan derasnya arus modal masuk ke Indonesia.
 
Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu mengatakan kedua faktor tersebut memberikan ruang bagi BI untuk memotong suku bunga acuannya demi menstimulasi permintaan agregat. Pasalnya, inflasi tahun fiskal 2019 tercatat sebesar 2,72 persen atau mencapai titik terendah inflasi tahunan sejak 2009.
 
"Pemotongan suku bunga acuan sebesar 25-bps menjadi 4,75 persen oleh Bank Indonesia kami nilai tepat," kata Febrio, kepada Medcom.id, di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, derasnya arus modal masuk telah mendorong rupiah ke titik terkuatnya dalam 21 bulan terakhir dan diprediksi akan terus menguat. Penguatan secara tajam terjadi sejak awal 2019 yang mencapai Rp13.700 per USD atau menguat sebesar 1,7 persen (ytd) hanya dalam rentang dua minggu.
 
"Karena itu, bank sentral perlu mempertimbangkan untuk menerapkan arah kebijakan yang lebih akomodatif tahun ini," terangnya.
 
Lebih lanjut, Febrio memprediksi, beberapa dampak positif akan muncul imbas dari empat kali penurunan suku bunga acuan pada tahun lalu. BI tercatat memangkas BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebanyak 100 bps atau menjadi lima persen.
 
"Kami melihat bahwa pelonggaran lebih lanjut dapat menolong pertumbuhan kredit lebih cepat. Hal ini diperlukan perekonomian domestik untuk menghindari pelemahan permintaan agregat lebih jauh, yang akan berdampak pada perlambatan pertumbuhan PDB," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif