Ilustrasi gedung BPS Jatim. Foto Medcom.id/Amaluddin.
Ilustrasi gedung BPS Jatim. Foto Medcom.id/Amaluddin.

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Terendah dalam Lima Tahun

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bps ekonomi daerah
Amaluddin • 06 November 2019 16:16
Surabaya: Pertumbuhan prekonomian di Jawa Timur anjlok. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jatim di triwulan III-2019 mencapai 5,32 persen. Ini menjadi angka pertumbuhan terendah secara tahunan (year on year/y-o-y) selama lima tahun terakhir.
 
"Ini adalah angka pertumbuhan terendah selama lima tahun terakhir untuk triwulan III-2019 di Jatim," kata Kepala BPS Jatim Teguh Pramono, dalam rilisnya yang diterima Medcom.id, Rabu, 6 November 2019.
 
Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kata Teguh, laju pertumbuhan Jatim pada 2018 (y-o-y) mencapai 5,37 persen, di 2017 sebesar 5,64 persen, di 2016 sebesar 5,64 persen, di 2015 sebesar 5,43 persen. Sementara pada 2019 turun menjadi 5,32 persen," beber Teguh.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2019 terhadap triwulan III-2018, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yakni terimbas kontraksi komponen ekspor luar negeri Jatim hingga 4,44 persen. Sementara impor luar negeri terkontraksi jauh lebih besar hingga mencapai 17,33 persen.
 
Struktur perekonomian Jatim berdasar lapangan usaha pada triwulan III-2019 didominasi oleh tiga lapangan usaha, yaitu industri pengolahan sebesar 30,02 persen, perdagangan besar/eceran dan reparasi mobil/motor sebesar 18,57 persen, serta pertanian/kehutanan/perikanan sebesar 12,19 persen.
 
Sementara terkait perkembangan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jatim pada triwulan III-2019, kata Teguh, ITK memiliki rentang penilaian mulai 0-200, jika bernilai sama dengan 100, maka persepsi konsumen akan kondisi ekonomi Jatim sama dengan periode sebelumnya. Teguh menjelaskan kondisi saat ini lebih baik dari sebelumnya kurang dari 100, kondisi sekarang lebih buruk.
 
"Data dihitung berdasarkan contoh mencapai 1.800 rumah tangga yang tersebar di 20 kabupaten/kota Jatim. Di Jatim berada pada angka 99,44 lebih kecil dari 100, atau lebih buruk," ujar Teguh.
 
ITK Jatim pada triwulan III-2019 hanya mencapai 99,44 persen, mencitrakan kondisi ekonomi konsumen menurun hingga 27,56 persen dari triwulan II-2019 atau menggambarkan optimisme yang anjlok di bawah 100. Hal ini menempatkan Jatim pada posisi terakhir di pulau Jawa, setelah Jawa Tengah (99,48 persen), Jawa Barat (99,53 persen), DKI Jakarta (101,67 persen), DIY (103,47 persen), dan Banten (106,48 persen).
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif