Illustrasi. Medcom/Rizal.
Illustrasi. Medcom/Rizal.

Upaya Pemerintah Kurangi Kepemilikan Asing di SBN

Ekonomi surat utang
Eko Nordiansyah • 11 Juli 2019 19:02
Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan terus berupaya mendorong investor domestik untuk membeli surat berharga negara (SBN). Langkah ini dipercaya akan mengurangi kepemilikan asing di SBN.
 
Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu Loto Srinaita Ginting mengatakan saat ini investor asing lebih agresif di pasar SBN. Selain itu, dana masyarakat Indonesia tidak hanya diinvestasikan di SBN ritel tetapi juga ada di asuransi hingga dana pensiun.
 
"Domestik bukan hanya ritel, asuransi, dana pensiun, mutual fund bank. Kalau domestik lebih agresif tentunya secara perlahan asing bisa turun tapi kalau agresifnya asing ini ya bisa lebih diborong asing," kata dia ditemui di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data DJPPR mencatat kepemilikan SBN rupiah domestik oleh investor asing mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Jumlah kepemilikan investor asing tersebut setara dengan 39,27 persen dari total beredar Rp 2.547 triliun berdasarkan data per 5 Juli 2019.
 
Dirinya menambahkan kepemilikan investor domestik di SBN lebih banyak untuk SBN ritel. Dengan jangka waktu antara dua hingga tiga tahun, lebih pendek dari investor asing yang biasanya membeli SBN untuk jangka panjang sampai dengan lima tahun.
 
"Investor ritelnya saat itu seputar dua hingga tiga tahun, yang kemarin SBR yang sebelumnya. Jadi sebenarnya pemerintah memberikan ruang itu. mungkin yang tadi faktor pertimbangan lain, masyarakat masih belum, masih perlu adaptasi," jelas dia.
 
Salah satu upaya mendorong kepemilikan investor domestik adalah dengan menerbitkan Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR007. Surat berharga khusus bagi Warga Negara Indonesia (WNI) ini ditawarkan dengan kupon 7,5 persen dengan minimal pemesanan Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.
 
Adapun pembukaan masa penawaran SBR007 dilakukan mulai 11 Juli 2019, penutupan masa penawaran dilakukan pada 25 Juli 2019, penetapan hasil penjualan pada 29 Juli 2019 dan setelmen pada 31 Juli 2019.
 
Pembayaran kupon akan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan. Pembayaran kupon pertama kali adalah 10 September 2019, sedangkan periode pengajuan early redemption dibuka pada 27 Juli hingga 4 Agustus 2020 dengan nilai maksimal sebesar 50 persen dari transaksi pembelian.
 
Selanjutnya, masyarakat yang berminat untuk dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 20 Mitra Distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online).
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif