Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Antara: M Rrisyal Hidayat
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Antara: M Rrisyal Hidayat

Erick Thohir Butuh Waktu Cari Pengganti Budi di Inalum

Ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf kementerian bumn
Suci Sedya Utami • 25 Oktober 2019 18:11
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dirinya perlu waktu untuk mencari pengganti Budi Gunadi Sadikin di kursi Direktur Utama MIND ID atau Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
 
Budi telah mengundurkan diri sebagai Dirut MIND ID usai dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN bersama dengan Kartika Wirjoatmojo yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri. Keduanya ditunjuk menjadi wamen untuk membantu tugas Erick di Kementerian BUMN.
 
"Sudah mengundurkan diri. Nanti kita cari pengganti seperti di Bank Mandiri," kata Erick di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick mengatakan nantinya ia akan mengusulkan beberapa nama calon pengganti Budi pada Presiden Joko Widodo. Namun demikian, lanjut mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf itu, dirinya perlu waktu.
 
"Sekarang belum-lah ada prosesnya, Kan enggak mungkin satu calon buat di Bank Mandiri atau di Inalum," jelas Budi.
 
Sebelumnya PT Bank Mandiri Tbk mengungkapkan Sulaiman Arif Arianto akan menggantikan posisi sementara Kartika Wirjoatmojo sebagai pelaksana tugas direktur utama Bank Mandiri.
 
Corporate Secretary Rohan Hafas menjelaskan, sesuai anggaran dasar pengganti sementara direktur utama adalah wakil direktur utama yang saat ini dijabat oleh Sulaiman Arif Arianto. Pasca Kartika menjadi wakil menteri BUMN, Sulaiman akan bekerja sesuai fungsi direktur utama.
 
Rohan juga menyampaikan, tugas Sulaiman menggantikan posisi direktur utama berlaku hingga pemegang saham melakukan perombakan jajaran komisaris dan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Namun, Rohan tidak menyebut kapan RUPSLB tersebut akan diselenggarakan.
 
"Untuk RUPSLB akan menjadi kewenangan pemegang saham," ungkap dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif