Menko Darmin Sebut Kenaikan FFR Penyebab Rupiah Melemah
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan pelemahan nilai tukar rupiah usai libur Lebaran disebabkan kenaikan suku bunga oleh the Fed. Meski demikian, pelemahan nilai tukar rupiah tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

"Karena di sana suku bunganya sudah gerak. Tapi itu (pelemahan nilai tukar rupiah) jangan dirisaukan," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, ditemui usai acara halalbihalal, di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Juni 2018.

Pergerakan nilai tukar rupiah usai libur Lebaran terpantau melemah. Rupiah kembali ke level Rp14 ribu per USD setelah perdagangan sebelumnya sempat mendarat di posisi Rp13.900-an per USD.

Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka ke level Rp14.090 per USD dibandingkan perdagangan sebelumnya. Adapun rentang gerak perdagangan rupiah berada di level Rp14.010-Rp14.093 per USD. Sementara year to date tercatat sebesar 2,78 persen.



Sementara nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoo Finance terpantau melemah hingga 166 poin atau setara 1,19 persen menjadi Rp14.089 per USD. Sebelumnya rupiah ditutup di level Rp13.923 per USD.

Lebih lanjut, Darmin menambahkan, pergerakan nilai tukar rupiah tak bisa disebut jauh dari fundamentalnya. Pasalnya jika kondisi global berubah maka fundamental rupiah juga bisa ikut berubah.

"Fundamental itu juga bisa berubah dengan berubahnya tatanan global. Nah, bahwa dia naik satu persen dia itu agak lebih ditambah karena kita liburnya banyak. Orang enggak tahu bagaimana situasinya," pungkas dia.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id