Perang Dagang AS-Tiongkok

Menperin: Pemerintah Terus Dorong Peningkatan Ekspor

Dian Ihsan Siregar 13 Juli 2018 13:44 WIB
pertumbuhan ekonomieksporekonomi indonesiaPerang dagang
Menperin: Pemerintah Terus Dorong Peningkatan Ekspor
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar)
Jakarta: Pemerintah baru saja melakukan rapat koordinasi (rakor)‎ terkait peningkatan ekspor dan investasi. Rakor dilakukan guna membahas kebijakan dalam rangka mengantisipasi ketidakpastian yang terjadi di global khususnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution‎. Dalam agenda rapat, Darmin memanggil beberapa menteri lainnya seperti Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto.

Usai rapat, Airlangga mengatakan, rakor ini merupakan lanjutan dari rapat terbatas (ratas) yang dilakukan pemerintah di Istana Bogor terkait peningkatan ekspor ‎pada saat perang dagang AS-Tiongkok terjadi sekarang ini. Akselerasi ekspor menjadi penting dilakukan karena erat kaitannya terhadap perekonomian Indonesia.



"Ini follow up dari ratas di Istana Bogor kemarin. Tentunya, ada langkah-langkah yang akan kita dorong terhadap peningkatan ekspor," kata Airlangga, saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.

Demi mendorong ekspor, Airlangga meminta untuk mengkaji kembali perjalanan ekspor minyak goreng yang kena penarikan iuran untuk segera diturunkan sehingga ekspor minyak goreng bisa meningkat.



"Karena selama ini mereka ditarikin iuran BPDP-nya, jadi minta diturunkan. Kenapa minyak goreng, ‎karena minyak goreng itu kan produksi Hilir. Jadi kalau kita bicara yang dikenakan iuran BPDP kan proses pertama CPO dan proses hilir itu ada minyak goreng dan ada produk turunan lain," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Menkeu Sri Mulyani menambahkan, pemerintah terus melakukan koordinasi untuk meningkatkan ekspor di sektor industri. Setidaknya ada beberapa hal yang akan dilakukan seperti identifikasi masalah perizinan, bahan baku, bea masuk, bea keluar, hingga perpajakan.

"Jadi yang sebagaimana disampaikan Pak Meneprin (Airlangga Hartarto), kita koordinasi untuk memacu ekspor di industri yaitu industri makanan, furniture, industri karet‎, dan lainnya. Jadi kita akan identifikasi setiap masalah-masalah," pungkas Sri Mulyani.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id