Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Menkeu Waspadai Perlambatan Ekonomi Global dari Perang Dagang

Ekonomi ekonomi global Perang dagang
Husen Miftahudin • 11 Juni 2019 15:40
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan Indonesia harus mewaspadai perlambatan ekonomi global imbas dari meningkatnya sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Pasalnya, kondisi volume perdagangan dunia diprediksi melemah hingga akhir 2019.
 
Dalam pertemuan antarmenteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara yang tergabung dalam G20 di Jepang pada Sabtu pekan lalu, Sri Mulyani menyebutkan seluruh lembaga keuangan internasional kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebagai imbas dari ketatnya perdagangan AS-Tiongkok.
 
"Yang mungkin diwaspadai volume perdagangan internasional mengalami pelemahan, bahkan ini melemah terendah sejak krisis ekonomi 2008. Hanya tumbuh 2,6 persen," ujar Sri Mulyani usai acara halalbihalal Kementerian Keuangan di Kantor Kemenkeu, Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal sebelumnya, ungkap Sri Mulyani, pertumbuhan ekonomi global bisa menyentuh lima bahkan enam persen sebelum terjadinya pengetatan perdagangan pada dua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu. "Sekarang hanya tumbuh 2,6 persen," tukas dia.
 
Menurutnya, risiko ekonomi yang lebih besar akan terjadi pada semester kedua tahun ini. Indonesia pun disebut bakal merasakan dampak dari perang dagang tersebut.
 
"Semester kedua dengan interest rate turun, kita mungkin boost investasi. Tensi suku bunga jadi lebih rendah, beberapa negara mulai menurunkan suku bunga," ungkap Sri Mulyani.
 
Dia bilang, keputusan boost investasi tidak hanya dilakukan dari sisi cost of fund, melainkan juga untuk prospek ekonomi. Pertumbuhan ekonomi RI di atas lima persen disebut memberi confidence, di sisi lain cost of fund kian merosot.
 
"Karena itu kita tetap harus fokus membuat motor penggerak ekonomi kita adalah dari domestik demand, selain konsumsi, government spending, investasi bisa back up. Sementara ekspor akan bisa diminimalkan dampak dari pelemahan global ekonomi," pungkas Sri Mulyani.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif