Arbonas Hutabarat resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara menggantikan Soekowardojo. (FOTO: dok BI)
Arbonas Hutabarat resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara menggantikan Soekowardojo. (FOTO: dok BI)

BI Sulut Diminta Perkuat Sinergi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bank indonesia
Husen Miftahudin • 08 Maret 2019 14:17
Jakarta: Arbonas Hutabarat resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara menggantikan Soekowardojo. Serah terima jabatan (sertijab) dilakukan oleh Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto pada Jumat, 8 Maret 2018, di Manado.
 
Dalam sambutannya, Erwin meminta Arbonas memperkuat kerja sama dan sinergi dalam menjalankan kebijakan dalam mewujudkan kontribusi bagi pembangunan ekonomi. Rencana konkret, tindakan nyata, dan sinergi dengan berbagai pihak bisa mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkesinambungan.
 
"Untuk itu, pimpinan baru kantor perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) didorong untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan komunikasi, koordinasi yang intensif, dan kolaborasi sinergis yang telah terjalin dengan baik," ujar Erwin dalam keterangan tertulis yang dinukil situs resmi BI, Jakarta, Jumat, 8 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyampaikan sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan otoritas terkait lainnya telah mendorong terciptanya stabilitas perekonomian yang terjaga di Provinsi Sulut.
 
Pada 2018, pertumbuhan ekonomi Sulut tahun mencapai 6,01 persen, di atas pertumbuhan nasional. Cemerlangnya pertumbuhan ekonomi Sulut terutama didorong oleh peningkatan kinerja sektor transportasi dan perdagangan seiring meningkatnya sektor pariwisata.
 
"Selain itu, pembangunan infrastruktur telah menjadikan lapangan usaha konstruksi sebagai salah satu faktor penyumbang pertumbuhan ekonomi," ungkap Olly.
 
Menurut dia, pertumbuhan pada beberapa sektor ekonomi tersebut mendorong kualitas pertumbuhan ekonomi Sulut yang cenderung meningkat, dengan angka kemiskinan dan rasio gini berada di bawah nasional, serta indeks pembangunan manusia berada di atas nasional.
 
Sementara dari sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara meningkat di atas target, terutama pertumbuhan wisatawan mancanegara yang tumbuh rata-rata 86 persen (yoy) selama tiga tahun terakhir.
 
Dalam upaya pengendalian inflasi, Erwin menambahkan bahwa Provinsi Sulut pihaknya mengembangkan klaster ketahanan pangan, antara lain klaster Bawang Merah dan Tomat Sayur di Minahasa, klaster cabai di Kepulauan Sangihe, Sitaro dan Minahasa, serta klaster Pertanian Terpadu di Bolaang-Mongondow.
 
BI juga melaksanakan program pengembangan potensi ekonomi daerah berupa klaster Kopi dan Nanas di Kotamobagu. Dalam upaya mendorong investasi di Provinsi Sulut, BI bersama dengan dinas dan Instansi terkait melakukan inisiasi pengembangan Regional Investor Relation Unit (RIRU).
 
"Ke depan, BI akan senantiasa mengoptimalkan peran tugasnya guna menata sekaligus memperkuat peran kantor Bank Indonesia di daerah dengan memperhatikan perkembangan, tantangan, dan potensi ekonomi di wilayah setempat," tutup Erwin.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif