Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Darmin: Ekonomi Tiongkok Melambat karena Perang Dagang

Ekonomi ekonomi china Perang dagang
Eko Nordiansyah • 22 Januari 2019 13:01
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Damin Nasution menilai perlambatan ekonomi Tiongkok tahun lalu sebagai akibat adanya perang dagang. Ketegangan dagang dengan Amerika Serikat (AS) mau tidak mau mempengaruhi perekonomian negara Tirai Bambu tersebut.
 
Sebelumnya, Biro Statistik Nasional (NBS) Tiongkok mencatat ekonominya tumbuh 6,6 persen secara year on year (yoy) pada 2018. Meski di atas target resmi sekitar 6,5 persen, namun angka ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 6,8 persen.
 
"Itu adalah bagian dari perang dagang mereka, bahwa ekonomi Tiongkok pertumbuhannya makin melambat, walaupun melambatnya masih 6,6 persen," kata Darmin di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, Darmin menyebut perang dagang juga menganggu perekonomian AS. Di samping kedua negara tadi, secara global perang dagang juga berdampak negatif karena baik AS maupun Tiongkok merupakan dua negara terbesar dalam perdagangan dunia.
 
"Jadi yang namanya perang dagang ini bukan sesuatu yang bisa diberhentikan tiba-tiba atau bagaimana. Begitu jalan akan melahirkan dampak ke seluruh dunia karena ini adalah dua ekonomi terbesar di dunia, tidak ada yang bisa menghindar untuk tidak terpengaruh," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, Indonesia juga terpengaruh dengan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Hanya saja pemerintah telah berupaya meminimalisir risiko perang dagang dengan membuka pasar ekspor baru ke negara-negara lainnya.
 
"Kita ekspor ke Tiongkok turun, ke AS turun, tinggal bagaimana kita mencari market yang baru, mendorong komoditi baru dan sebagainya. Enggak bisa juga secara sekaligus semua pasti bertahap. Tapi itu adalah bagian dari dampak global yang kita sudah tahu sejak dimulainya perang dagang," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi