Diberikan Waktu hingga Akhir Februari

DJP Minta Lembaga Keuangan Daftar Pelaporan Data

Suci Sedya Utami 14 Februari 2018 18:12 WIB
pajakekonomi indonesia
DJP Minta Lembaga Keuangan Daftar Pelaporan Data
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta: Seluruh lembaga jasa keuangan diberi waktu hingga akhir Februari untuk melakukan pendaftaran sebagai lembaga keuangan pelapor atau lembaga keuangan nonpelapor sesuai kriteria tertentu. Hal itu dalam rangka mengimplementasikan program pelaporan informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan (AEoI)

Hal tersebut disampaikan Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama dalam sosialisasi tata cara pendaftaran dan pelaporan, di hadapan regulator sektor keuangan.

"Ini harus kita sosialisasikan agar mereka sebelum akhir Februari sudah mendaftar, sehingga tidak ada yang terlewat," kata Hestu, di Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Hestu mengatakan batas waktu tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2017 dan juga aturan turunannya yakni Perdirjen Pajak Nomor 04 Tahun 2018. Dalam formulir pendaftaran, lembaga keuangan harus mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan usaha yang dilakukan.

Dan khusus bagi lembaga keuangan pelapor harus juga menyampaikan identitas dan rincian kontak dari petugas pelaksana sebagai petugas lembaga keuangan yang akan bertanggung jawab terhadap pemenuhan kewajiban pelaporan informasi keuangan secara berkala.

Laporan yang berisi informasi keuangan disampaikan dalam format dokumen elektrik dan dilakukan pengaman atau enkripsi dengan aplikasi khusus yang disediakan DJP. Hestu menjamin, dengan aplikasi yang disiapkan DJP, keamanan dari data keuangan dapat terjaga.

Hestu menambahkan, laporan disampaikan paling lambat akhir April pada tahun kalender berikutnya atau 1 Agustus tahun kalender berikutnya khusus untuk laporan oleh lembaga jasa keuangan dalam rangka pelaksanaan perjanjian internasional.

"Kita ikuti standar global forum. File di-enkripsi segala macam dan itu sudah teruji dan aman," pungkas dia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id