Illustrasi - - Dok : AFP
Illustrasi - - Dok : AFP

Bank Dunia: Perekonomian Bisa Tumbuh Negatif Akibat Covid-19

Ekonomi bank dunia pertumbuhan ekonomi Virus Korona
Eko Nordiansyah • 31 Maret 2020 10:52
Jakarta: Bank Dunia memangkas secara tajam proyeksi pertumbuhan untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik pada 2020. Hal tersebut menyusul dampak penyebaran virus korona (covid-19) dan peningkatan volatilitas keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi.
 
Dalam laporannya, Bank Dunia membuat skenario baseline dan skenario lebih rendah. Pertumbuhan di negara berkembang Asia Timur dan Pasifik untuk 2020 diperkirakan melambat menjadi 2,1 persen untuk skenario baseline, dan negatif 0,5 persen dalam skenario lebih rendah dari perkiraan 5,8 persen pada 2019.

 
"Pertumbuhan di Tiongkok untuk 2020 diproyeksikan menurun menjadi 2,3 persen untuk skenario baseline dan 0,1 persen dalam skenario lebih rendah dari 6,1 persen pada 2019," tulis laporan Bank Dunia dilansir dari laman resminya, Selasa, 31 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik di luar Tiongkok untuk tahun ini juga diproyeksikan melambat dari 4,7 persen di 2019 menjadi 1,3 persen dalam skenario baseline dan negatif 2,9 persen dalam skenario lebih rendah. Namun diproyeksikan membaik secara bertahap pada 2021 karena efek virus mulai menghilang.
 
Bank Dunia menyebutkan Tiongkok sudah mengalami penurunan tajam dalam kegiatan ekonominya. Pada Februari, purchasing managers index turun di bawah nilai 50 poin.
 
Penurunan yang terjadi lebih tajam dan lebih luas dibanding saat resesi besar, yakni menjadi 36 di bidang manufaktur dan 30 di bidang non-manufaktur. Produksi industri juga mencatatkan pertumbuhan negatif untuk pertama kalinya dalam lebih dari 30 tahun.
 
"Masih harus dilihat apakah pemerintah dapat mengaktifkan kegiatan ekonomi secepat kegiatan-kegiatan tersebut dihentikan," tulis laporan Bank Dunia.
 
Meski demikian, banyak perusahaan industri besar dilaporkan telah melanjutkan produksi, sedangkan banyak perusahaan kecil dan menengah masih berjuang. Berdasarkan data estimasi tidak langsung seperti indikator polusi, aktivitas di Tiongkok sudah meningkat secara bertahap.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif