Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.

BI Sebut Daya Tahan Ekonomi RI 2019 Terjaga

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 06 Februari 2020 07:00
Jakarta: Bank Indonesia mencatat daya tahan ekonomi Indonesia tahun lalu terjaga di tengah melambatnya perekonomian dunia. Hal ini tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi 2019 yang berada di level 5,02 persen.
 
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun lalu cukup baik meskipun lebih rendah dibandingkan dengan capaian 2018 yang sebesar 5,17 persen.
 
"Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang tetap baik meski kinerja ekspor menurun," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu, 5 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di dalam angka pertumbuhan tersebut, kinerja ekspor tercatat menurun lantaran melambatnya permintaan dan menurunnya harga komoditas global.
 
Namun, kata Onny, penurunan kinerja ekspor diimbangi oleh tingginya permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh stabil 5,04 persen pada 2019.
 
"Konsumsi rumah tangga yang terjaga didorong inflasi yang terkendali dan tingkat keyakinan konsumen yang tetap baik," lanjut Onny.
 
Adapun Konsumsi Lembaga Nonprofit Rumah Tangga (LNPRT) meningkat dari 9,10 persen pada 2018 menjadi 10,62 persen, didorong dampak positif penyelenggaraan pemilu 2019.
 
Permintaan domestik juga didukung oleh investasi yang tetap tinggi. Terutama investasi bangunan yang tumbuh 5,37 persen, tidak jauh berbeda dari kinerja 2018 sebesar 5,41 persen.
 
Dari sisi lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi 2019 utamanya didorong kinerja LU jasa-jasa di sektor tersier, seperti sektor komunikasi dan informasi, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.
 
Bank sentral memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan tetap terjaga ditopang prospek peningkatan ekspor dan konsumsi rumah tangga. Investasi juga diproyeksi meningkat didorong oleh pembangunan infrastruktur serta kenaikan keyakinan pelaku usaha.
 
"Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA)," pungkasnya.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif