Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

Kemendag Prediksi Ekonomi RI Turun 0,23% Akibat Korona

Ekonomi pertumbuhan ekonomi Virus Korona ekonomi indonesia
Antara • 11 Februari 2020 15:40
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan sekitar 0,23 persen tahun ini. Proyeksi itu menyusul perkiraan penurunan ekonomi Tiongkok sebesar satu persen sebagai dampak wabah virus korona.
 
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Kasan mengatakan prediksi tersebut lebih rendah dari Bank Dunia yang memperkirakan penurunan ekonomi RI sekitar 0,3 persen.
 
"Perhitungan tim saya, bukan 0,3 persen. Setiap satu persen GDP (gross domestic product) Tiongkok, penurunannya di Indonesia 0,23 persen. Bukan menghibur, tapi berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan secara ilmiah," kata Kasan di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kasan menjelaskan bila pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun dari enam menjadi lima persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok 5,3 persen tahun ini juga dihitung akan terkoreksi.
 
Selain itu, Kasan mencatat dampak dari virus korona juga akan menyasar pada kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Januari 2020. Begitu pula di sejumlah negara lainnya.
 
"Sesi kemarin, Bea Cukai Tiongkok belum merilis ekspor berapa, impor berapa. Tapi, ada beberapa negara yang juga mitra dagang kita yang sudah merilis datanya pada Januari, semuanya turun, dan sangat signifikan," terangnya.
 
Beberapa negara yang kinerja ekspor dan impornya terdampak menurut Kasan yakni Brasil, Vietnam, Korea Selatan, Chili, dan Pakistan. Hal tersebut dikarenakan sebagian aktivitas di Tiongkok terhenti dan otomatis transaksi perdagangan akan terpengaruh.
 
Ia menambahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia 2020 tidak memperhitungkan terjadinya dampak virus korona yang mewabah, terlebih terjadi ketika perayaan Imlek di negara tirai bambu itu.
 
"Jadi, ada sekitar 5-6 negara yang sudah mempublikasikan data Januari, itu umumnya ekspor dan impor turun. Dan yang terbesar Brasil yang penurunannya sampai dua digit. Korea juga turun, bahkan Korea menyatakan dalam rilisnya, salah satu penyebab penurunan ekspor impor disebabkan virus korona,” tukas Kasan.
 

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif