Ilustrasi pinjaman Bank Dunia ke Indonesia - - Foto: Antara/ Rosa Panggabean
Ilustrasi pinjaman Bank Dunia ke Indonesia - - Foto: Antara/ Rosa Panggabean

RI Raih Rp7 Triliun untuk Program Tanggap Pandemi dan Vaksinasi dari Bank Dunia

Ekonomi Bank Dunia Utang Luar Negeri pinjaman luar negeri pandemi covid-19 Vaksinasi covid-19
Eko Nordiansyah • 18 Juni 2021 20:28
Jakarta: Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar USD500 juta atau setaraRp7 triliun (kurs Rp14 ribu per USD) bagi Indonesia dalam memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan, serta mendukung program vaksinasi covid-19.
 
Pendanaan baru ini menggunakan pendekatan berbasis hasil untuk mendorong penggunaan sistem pemerintah, dan menambah pendanaan sebelumnya yang telah digunakan untuk mendukung pemerintah meningkatkan kapasitasnya. Dalam hal isolasi pasien, ketersediaan tempat perawatan kritis, kapasitas pengujian, serta memperkuat komunikasi risiko publik, pengawasan, dan kesiapsiagaan menghadapi pandemi.
 
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pendanaan ini akan membantu sistem kesehatan Indonesia menjadi lebih berketahanan. Di samping itu, pemerintah tetap memberi dukungan kepada program vaksinasi gratis pemerintah agar dapat menjangkau seluruh populasi usia dewasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Serta memperkuat sistem pengawasan melalui pengujian dan penelusuran kasus-kasus covid-19 baru, termasuk dengan menerapkan pengawasan genom untuk berbagai varian baru," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 18 Juni 2021.
 
Meskipun tidak akan digunakan untuk pengadaan vaksin, pendanaan baru ini dirancang untuk memperkuat sistem distribusi vaksin bagi 181,5 juta penduduk usia dewasa, serta mendukung sistem penyelenggaraan layanan kesehatan secara menyeluruh.
 
Pendanaan baru ini difokuskan pada tiga hasil, yaitu penyelenggaraan layanan kesehatan yang lebih baik, pengawasan dan pengendalian mutu di laboratorium yang lebih kuat, serta komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dalam hal tanggap darurat dan pengiriman vaksin.
 
Pendanaan ini akan membantu peningkatan kesiapan rumah sakit serta sistem penyelenggaraan layanan kesehatan, dan menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dasar yang tidak terkait covid-19 dengan perhatian khusus kepada kebutuhan perempuan maupun kelompok-kelompok rentan.
 
Sistem pengawasan yang lebih baik serta peningkatan kualitas laboratorium kesehatan pemerintah akan semakin membantu peningkatan kapasitas pengujian covid-19 serta memperkuat kemampuan dalam menjalankan pengawasan genom.
 
Sementara itu, komunikasi dan koordinasi yang lebih baik dalam hal tanggap darurat serta pengiriman vaksin akan membantu memastikan penerapan prioritas yang adil dan setara dalam hal layanan kesehatan dan distribusi vaksin, memperkuat logistik terkait vaksin serta sistem manajemen informasi, dan memperluas komunikasi risiko publik sehingga dapat menjangkau seluruh masyarakat.
 
"Pendanaan ini akan membantu Indonesia menyalurkan vaksin secara aman dan efektif. Hal ini juga akan memperkuat ketahanan sektor kesehatan Indonesia dan meningkatkan kapasitas dalam melakukan tanggapan pada saat dan setelah pandemi ini," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen.
 
Secara keseluruhan, dukungan dari Bank Dunia ini bersama dengan dukungan para mitra pembangunan internasional lainnya akan memperkuat berbagai upaya pemerintah Indonesia untuk menekan dampak pandemi secara efisien serta meningkatkan sistem dan layanan perawatan kesehatan.
 
Di samping dukungan dari Bank Dunia, mitra pembangunan lain termasuk Asian Infrastructure Investment Bank, dan KfW Pemerintah Jerman juga turut mendanai program ini sehingga total dukungan keuangannya mencapai USD1,245 miliar.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif