Fitch: Peringkat Utang Indonesia Naik ke BBB

Ade Hapsari Lestarini 21 Desember 2017 10:40 WIB
surat utang
Fitch: Peringkat Utang Indonesia Naik ke BBB
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)
Jakarta: Lembaga pemeringkat surat utang Fitch Rating menaikkan utang Indonesia dari BBB- ke BBB. Ini berarti peringkat risiko utang jangka panjang valas dan rupiah dengan outlook stabil.

Mengutip laman Fitch Rating, Kamis, 21 Desember 2017, kenaikan peringkat ini dipicu oleh beberapa faktor, yakni ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal dalam beberapa tahun terakhir.

"Kebijakan makroekonomi secara konsisten telah diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia," ungkap rilis Fitch Rating.


Selain itu, kebijakan nilai tukar yang lebih fleksibel sejak pertengahan 2013 telah membantu menyangga pembengkakan cadangan devisa menjadi USD126 miliar pada November 2017, mencapai tujuh bulan pembayaran rekening giro, dibandingkan dengan rata-rata 'BBB' enam bulan.

"Selain itu, kebijakan moneter cukup disiplin untuk membatasi arus keluar modal yang volatil selama periode yang menantang," tambah laporan tersebut.

Langkah-langkah kehati-hatian di bidang makro telah membantu menekan kenaikan tajam utang luar negeri perusahaan, sementara pendalaman keuangan telah bertepatan dengan stabilitas pasar yang membaik.

Adapun fokus pada stabilitas makro juga terlihat dalam asumsi anggaran yang kredibel dalam beberapa tahun sebelumnya.

Kendati ketahanan Indonesia telah membaik, namun tantangan eksternal tetap ada. Termasuk potensi tekanan pasar yang muncul dalam konteks normalisasi kebijakan Federal Reserve AS.

Fitch menilai ketergantungan Indonesia terhadap komoditas masih relatif tinggi, baik utang luar negeri bersih dan kotor (166 persen dari penerimaan rekening giro; median 'BBB': 130 persen) tetap meningkat dibandingkan dengan rekan-rekan 'BBB'.

Sementara di dalam negeri, kemungkinan politik menjadi gangguan dalam pembuatan kebijakan ekonomi menjelang pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan presiden 2019 merupakan risiko dorongan reformasi yang kuat dan dapat merusak sentimen pasar domestik dan asing, walaupun hasilnya adalah bukan kasus dasar Fitch.

Selain itu, dorongan reformasi struktural bersama pemerintah memperbaiki lingkungan bisnis yang masih menantang. Langkah-langkah mengurangi persyaratan prosedural dan izin bisnis telah meningkatkan secara tajam posisi Indonesia dalam peringkat Kemudahan Usaha Bank Dunia ke 72 dari 190 negara; naik 37 tempat dalam dua tahun.

Reformasi tersebut nampaknya berkontribusi terhadap keuangan eksternal yang lebih kuat, dengan investasi asing langsung (FDI) meningkat dalam kuartal terakhir. Fitch memperkirakan FDI bersih bisa menutupi defisit transaksi berjalan selama beberapa tahun ke depan.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360