Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Indonesia Butuh Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5%

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bappenas
Eko Nordiansyah • 26 Maret 2019 12:16
Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi lebih dari lima persen. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas lima persen tersebut, maka dibutuhkam reformasi struktural.
 
"Reformasi struktural bisa untuk membuat Indonesia tumbuh tinggi dan jangka panjang," kata Staf Ahli Menteri Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Dirinya menambahkan, Indonesia bisa meniru Korea Selatan dan Chili yang berhasil melakukan reformasi struktural. Namun kedua negara ini memang butuh waktu panjang untuk berhasil mengangkat ekonominya agar menjadi negara berpendapatan tinggi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Korea Selatan punya inovasi, bisa berpondah low ke high. Chili negara high, tapi dia butuh 50 tahun dari low middle menjadi high, artinya reformasi struktural dari low middle menjadi high income ekonomi. Kita bisa mencontoh kedua negara itu," jelas dia.
 
Meski begitu, tak mudah bagi Indonesia menjalankan reformasi strukturalnya. Tantangan global menjadi salah satu risiko yang harus bisa dihadapi dengan baik agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tumbuh secara konsisten.
 
Selain itu, tantangan lainnya ada perlambatan ekonomi global yang bakal mempengaruhi ekonomi Indonesia. Perlambatan ekonomi global juga disebabkan oleh perang dagang, sehingga dibutuhkan reformasi struktural dengan pembangunan infrastruktur.
 
Oleh karena itu, pemerintah berupaya membenahi iklim usaha sebagai insentif demi mendukung reformasi struktural. Pemerintah juga mendorong reformasi dari basis ekonomi komoditas menjadi manufaktur.
 
"Dengan teknologi kita melakukan digitalisasi menjadi peluang ekonomi tumbuh tinggi. Transformasi teknologi tanpa SDM akan menyebabkan destruksi. Makanya perlu SDM yang berkualitas. Transformasi mengubah low skill menjadi high skill," tambah dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif