Menkeu Berharap Momentum Perbaikan Penerimaan Pajak Berlanjut

Suci Sedya Utami 14 Juli 2018 10:31 WIB
pajakperpajakanekonomi indonesia
Menkeu Berharap Momentum Perbaikan Penerimaan Pajak Berlanjut
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat upacara Hari Pajak (Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menetapkan 14 Juli sebagai Hari Pajak. Hal itu sejalan dengan pertama kalinya kata pajak dikumandangkan yakni 73 tahun silam di tanggal yang sama yakni 14 Juli 1945.

"Kata pajak keluar pada 14 Juli 1945 dan pada saat yang sama negara ini hampir lahir ke dunia. Saya menyambut gembira peringatan ini sebagai Hari Pajak," kata Ani, sapaan akrabnya, saat upacara Hari Pajak di Kantor Pusat DJP Kemenkeu, Jakarta Selatan, Sabtu, 14 Juli 2018.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengingatkan kepada seluruh pegawai pajak bahwa Ditjen Pajak mengemban tiga fungsi yang sangat penting. Fungsi tersebut harus benar-benar dioptimalkan dalam rangka memaksimalkan penerimaan negara guna mendorong aktivitas perekonomian.

Adapun ketiga fungsi itu yakni pertama, mengumpulkan penerimaan negara. Kedua, memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat atau wajib pajak. Ketiga, memastikan seluruh upaya yang dilakukan dalam mengumpulkan penerimaan pajak bisa mendorong perekonomian nasional dan mencapai kesejahteraan.



Di sisi penerimaan, lanjutnya, dengan adanya Hari Pajak ini seharusnya terus memunculkan semangat kepada para petugas pajak untuk mengumpulkan penerimaan pajak. Ani berharap momentum perbaikan penerimaan yang telah tercermin di semester I bisa berlanjut hingga akhir tahun dan di masa mendatang.

Data DJP mencatat penerimaan pajak sepanjang semester pertama 2017 mencapai Rp581,54 triliun. Realisasi ini mencapai sebesar 40,84 persen dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar Rp1.424 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan capaian tersebut secara tahun ke tahun tumbuh sebesar 13,96 persen dengan memasukan efek dari amnesti pajak. Sementara jika mengeluarkan efek amnesti pajak pertumbuhannya mencapai 16,71 persen.

"Jika dibandingkan dengan semester I-2017 yang tumbuh 39 persen, sementara sekarang tumbuh 40,84 persen. Jadi lebih bagus dari tahun lalu," kata Robert.

Robert pun mengamini pernyataan Ani di semester II penerimaan pajak akan lebih baik dibandingkan dengan perolehan di semester pertama sehingga akhir 2018 ditargetkan pertumbuhannya bisa mencapai angka 17-18 persen.

"Sepanjang kami bisa menjaga pertumbuhan di semester satu dan dengan dipengaruhi kegiatan ekonomi yang positif, peningkatan pelayanan, pengawasan, dan lain-lain maka kami harapkan pertumbuhannya makin bagus lagi di semester II. Dan di akhir tahun kami sangat yakin," tutup Robert.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id