Apakah Kebijakan BI Tetap <i>Hawkish</i> di 2019?
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) belum menentukan arah kebijakan moneter tahun depan. BI masih akan melihat beberapa indikator untuk menentukan arah kebijakan tersebut.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan dalam menentukan arah kebijakan moneternya, BI selalu mempertimbangkan beberapa indikator seperti kondisi global, kondisi domestik, inflasi, dan nilai tukar di masa depan seperti apa.

"Itu yang akan menetapkan stance kebijakan berubah," jelas Budi saat ditemui usai acara CORE Economic Outlook 2019, di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

Ia menekankan, untuk saat ini BI masih melihat data-data tersebut. Namun hingga Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan lalu, Dody menuturkan, BI masih memutuskan kebijakan yang hawkish. BI baru akan memutuskan kebijakan moneter tahun depan pada 27 November.

"Tapi sampai dengan RDG kemarin tetap hawkish," ucap dia.

Namun dalam pemaparannya, Dody mengatakan kebijakan moneter Indonesia akan tergantung kebijakan moneter global seperti normalisasi Eropa yang berdampak pada kebijakan suku bunga Eropa. Kondisi itu akan berpengaruh juga kepada negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Kenapa penting bagi Indonesia? Karena pada saat normalisasi Eropa akan berdampak pada ke kebijakan suku bunga Eropa, kapan mulai meningkat. Ini akan berpengaruh ke negara emerging lainya," jelas dia.

Dody menjelaskan dengan gambarannya, di 2019 normalisasi kebijakan suku bunga akan terus berlanjut di tahun depan. Kebijakan suku bunga itu pun katanya tidak terlepas dari penyesuaian suku bunga Amerika Serikat.

"Gambarannya itu di 2019 konteksnya normalisasi kebijakan suku bunga yang tinggi masih terjadi tahun depan. Sangat tergantung dari seberapa besar kenaikan suku bunga di Amerika Serikat," tutup dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id