Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Mendag Pantau Pembahasan Perang Dagang Tiongkok-AS

Ekonomi ekonomi indonesia as-tiongkok Perang dagang
Ilham wibowo • 07 Januari 2019 15:59
Jakarta: Menteri Perdagangan (mendag) Enggartiasto Lukita memastikan memantau terus perkembangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Kedua negara saat ini tengah memulai pembicaraan kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan mereka yang rusak.
 
Pada tahun lalu kedua negara memberlakukan tarif miliaran dolar untuk beberapa barang terhadap satu sama lain. Mendag menyampaikan kondisi serupa yang diprediksi berlanjut pada 2019 bakal diantisipasi.
 
"Jadi mengisi kondisi perang dagang, yang satu barang enggak bisa masuk di negara lain, ya kita masuk lah," ujar Enggar di gedung Kemendag, Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesiapan mengantisipasi perang dagang menjadi momentum tersendiri bagi peningkatan ekonomi di Tanah Air. Sepanjang 2018, perekonomian Indonesia terbilang berada pada jalur yang positif. Peluang ini pun dinilai perlu terus dimanfaatkan semua pemangku kepentingan.
 
"Presiden juga pernah menyampaikan, setiap persoalan pasti ada peluang. Ini yang kita manfaatkan peluang itu," ungkapnya.
 
Tak hanya Indonesia, efek perang dagang Tiongkok-AS ini telah dirasakan di negara berkembang seluruh dunia. Mendag optimistis semangat memanfaatkan peluang bakal menjadi kunci pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Yang pasti daya beli dari pembeli negara lain pasti menurun karena dampak perang dagang pasti pengaruhi daya beli. Secara keseluruhan semua dunia, Bank Dunia juga menurunkan target pertumbuhan ekonomi dunia," tuturnya.
 



 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif