Ilustrasi Bank DBS - - Foto: AFP
Ilustrasi Bank DBS - - Foto: AFP

DBS Ramal Ekonomi RI Pulih di Kuartal Ketiga

Ekonomi dbs indonesia Pemulihan Ekonomi
Husen Miftahudin • 11 Agustus 2020 20:05
Jakarta: DBS Chief Investment Office (CIO) Insights memproyeksi ekonomi RI akan segera pulih di kuartal III-2020. Sebab, Indonesia menjadi salah satu pasar paling prospektif di kawasan Asia Tenggara dalam fase kenormalan baru (new normal) ini.
 
Dalam laporannya, perekonomian kawasan Asia, tidak termasuk Jepang, akan pulih paling cepat pascapandemi covid-19 di kuartal III-2020. Hal ini mengingat upaya penanganan wabah covid-19 di kawasan tersebut relatif cukup baik.
 
"Indonesia juga akan menerima manfaat dari faktor demografis karena besarnya populasi anak muda yang terlibat dalam ekonomi digital," ungkap DBS CIO Insights dalam laporan yang dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan tersebut juga menuliskan bahwa DBS percaya kenormalan akan segera terjadi di Indonesia setelah kebijakan pembatasan aktivitas sosial dicabut. Pada hakikatnya, Indonesia merupakan negara mandiri dengan populasi pekerja muda dan konsumsi domestik yang bisa mempercepat pemulihan ekonomi.
 
"CIO Insights Kuartal III-2020 juga memberi apresiasi kepada Bank Indonesia dan pemerintah Indonesia karena telah memberi dukungan berupa penurunan suku bunga dan stimulus demi pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19," tulis laporan tersebut.
 
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya menambah anggaran penanganan covid-19 dari Rp677,2 triliun menjadi Rp695,2 triliun dalam menyambut era new normal. Besarnya anggaran tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian, terutama saat fase new normal tengah berlangsung.
 
Adapun penambahan anggaran penanganan covid-19 terdiri dari biaya kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, bantuan UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp537,57 triliun, dan sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sebesar Rp106,11 triliun.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah berencana memperbesar stimulus untuk penanganan pandemi covid-19 dan dampaknya pada perekonomian menjadi Rp720 triliun.
 
Penambahan anggaran ini diambil setelah prediksi perekonomian global dan domestik sangat buruk akibat pandemi covid-19. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus enam persen sampai minus 7,6 persen, dan Bank Dunia memprediksi minus lima persen.
 
Namun demikian, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi nasional bisa positif meski saat ini bank sentral belum berencana merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi RI 2020. Saat ini, bank sentral masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 0,9 persen sampai 1,9 persen.
 
Bank Indonesia memandang selain diuntungkan oleh populasi pekerja muda, Indonesia memiliki keunggulan ekonomi domestik Tanah Air yang cukup kuat. Keunggulan ini tidak dimiliki oleh negara lain yang diprediksi IMF bertumbuh negatif. Dari sisi keuangan, imbal hasil investasi Indonesia juga masih menarik bagi investor asing.
 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif