Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok Kementerian Keuangan

Sri Mulyani: Kementerian Punya Banyak Ide, Tapi Implementasinya Butuh Waktu

Ekonomi Sri Mulyani apbn Kementerian Keuangan kementerian lembaga Pemulihan Ekonomi Nasional
Eko Nordiansyah • 27 September 2021 17:16
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kementerian/lembaga seringkali memiliki banyak ide untuk menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun, implementasinya membutuhkan waktu yang sangat lama.

"Saya perhatikan selama saya ikut di dalam berbagai rapat program pemulihan ekonomi nasional, mungkin yang kita lihat banyak ide namun implementasi dari policy-policy ini nampaknya selalu sering membutuhkan waktu," katanya dalam webinar, Senin, 27 September 2021.
 
Padahal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai sebuah instrumen membutuhkan perencanaan yang baik dalam penggunaan anggaran. Oleh karena itu, Sri Mulyani meminta agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk merumuskan kebijakan yang bisa dilaksanakan.
 
"Oleh karena itu saya akan mendukung dan men-encourage terus Kemenparekraf, coba kita rumuskan kebijakan mana yang memang bisa dilaksanakan secara akuntabel dalam waktu singkat, mana yang mungkin membutuhkan desain policy yang lebih kompleks," ungkapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Mulyani menambahkan, saat ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sama-sama mengalami tekanan akibat pandemi covid-19. Untuk itu, dibutuhkan kebijakan yang berbeda dibandingkan dengan kondisi yang sebelumnya pernah dialami sektor ini seperti kasus bom Bali ataupun bencana alam lainnya.
 
Menurutnya, Kemenparekraf selaku penanggung jawab di sektor pariwisata perlu melihat kembali kebijakan dari masa lalu yang bisa dilakukan lagi saat ini. Selain itu, ia juga meminta agar ada perspektif baru sebagai upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang selama ini tertekan pandemi.
 
"Maka yang ini (pandemi) adalah seluruh dunia mengalami dampak yang sama dengan Indonesia. Mungkin ada policy-policy  yang kita bisa adopsi untuk bisa memulihkan pariwisata sama seperti yang pernah kita lakukan pada masa-masa lalu di mana sektor ini menghadapi dampak yang luar biasa," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif