Ilustrasi lapindo. Foto: dok MI/Abdus.
Ilustrasi lapindo. Foto: dok MI/Abdus.

Pemerintah Upayakan Pembayaran Tunai dari Utang Lapindo

Ekonomi lapindo Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Eko Nordiansyah • 04 Desember 2020 11:53
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengupayakan agar pembayaran utang dari PT Minarak Lapindo Jaya bisa dilakukan secara tunai. Pasalnya sampai saat ini upaya penagihan piutang negara tersebut belum menemui titik terang dan masih terus dilakukan.
 
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan pembayaran secara tunai merupakan opsi utama yang diinginkan oleh pemerintah. Meskipun ada opsi lain yang juga tengah dipertimbangkan untuk menyelesaikan masalah ini.
 
"Pembayaran tunai adalah itu tetap menjadi opsi utama bagi kami. Tapi kami sekarang mulai melihat opsi-opsi lain yang mungkin bisa mereka pakai untuk melunasi kewajiban itu," kata dia dalam video conference di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Isa menambahkan saat ini pemerintah telah berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menyelesaikan kasus Lapindo ini. Hanya saja ia enggan membeberkan secara rinci langkah apa yang akan diambil pemerintah.
 
"Tapi intinya, esensinya adalah kita mau berprogres dengan mencoba berbagai cara agar kewajiban Lapindo itu bisa dipenuhi. Jadi, misal mereka mau menyerahkan aset, oke kita jajaki itu. Kita akan lihat aset mana yang jelas kan aset di wilayah yang terdampak itu yang mereka tawarkan pertama," jelas dia.
 
Lapindo memang diketahui menawarkan aset tanah yang dimiliki sebagai pembayaran utangnya kepada pemerintah. Hanya saja, Isa menyebut, pembayaran utang dengan aset (asset settlement) tidak bisa dilakukan begitu saja karena nilainya harus dihitung terlebih dulu.
 
"Jadi itu akan kita lihat, kita akan valuasi, kalau memang nilainya ada, cukup, ya enggak masalah, akan kita ambil juga. Tapi kalau tidak mencukupi, kita menghendaki cara-cara yang lain termasuk yang selalu kita minta sekarang ini adalah pembayaran tunai," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif