Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Dok MI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Dok MI

Kemenkeu Diminta Tidak Hanya Habiskan Anggaran

Ekonomi pertumbuhan ekonomi kementerian keuangan ekonomi indonesia
Ilham wibowo • 23 Oktober 2019 14:39
Jakarta: Sri Mulyani Indrawati langsung menemui jajarannya di Kementerian Keuangan usai dilantik kembali oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri keuangan (menkeu). Meski diisi sosok yang sama, namun lembaga pengelola keuangan negara ini diminta meninggalkan kebiasaan lama.
 
"Saya harap tidak ada mental, karena menterinya sama, jadi sudah tahu dan kinerjanya sama," katanya, di Aula Dhanapala Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Wanita yang akrab disapa Ani ini mengaku jabatan menkeu di Kabinet Indonesia Maju merupakan tonggak sejarah baru dan juga mesti diarahkan pada strategi dan target pencapaian baru. Tuntunan yang diberikan Presiden Jokowi terhadap kinerja Kemenkeu pun tak main-main. Kemajuan ekonomi bangsa jadi target utama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapan dari jabatan ini serius agar menteri bisa berikan leadership dan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Indonesia," ujar Ani.
 
Ani kembali menyampaikan pesan Presiden Jokowi agar jajarannya menjauhi tindakan korupsi. Selain menjalankan birokrasi yang efisien, Kemenkeu juga perlu berinovasi dalam mengkaji kebijkan yang perlu digulirkan dan pro manfaatnya bagi masyarakat.
 
"Kita diberikan arahan bahwa Anda harus gunakan ruang yang ada untuk fokus pada delivery. Cara kerja kita dan tujuan kerja kita apakah keuangan dan kekayaan negara betul-betul jadi instrumen men-delivery tujuan-tujuan, bukan hanya sekadar habiskan anggaran dan penyerapan," tegasnya.
 
Kebijakan di bidang fiskal juga perlu harmonis dengan semangat penciptaan lapangan kerja baru. Karenanya sinergitas dengan lembaga dan kementerian lain perlu terus terjalin dengan baik. "Ini tantangan yang tidak mudah dan saya harap Kemenekeu bisa pahami mindset ini," ujarnya.
 
Sinkronisasi kebijkan bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) perlu terus dilakukan dalam menjaga momentum penguatan ekonomi negara. Respons cepat perlu dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang telah berdampak negatif di berbagai negara.
 
"Dalam ekonomi dunia yang melemah kita harus waspada tanpa perlu pesimistis. Saya harap OJK, BI, dan LPS bisa sama-sama berikan sinyal sinkronisasi dan harmonis agar optimisme terjaga dalam momentum penguatannya," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif