Direktur PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mundur dari jabatannya usai ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN.  Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/ama.
Direktur PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mundur dari jabatannya usai ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/ama.

Budi dan Kartika Mundur dari Kursi Dirut

Ekonomi bumn
Desi Angriani • 25 Oktober 2019 14:59
Jakarta: Direktur PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mundur dari jabatannya usai ditunjuk sebagai Wakil Menteri BUMN. Keduanya akan dilantik di Istana Negara, Jakarta.
 
Kartika mengatakan surat pengunduran diri akan dikirimkan hari ini. Selanjutnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) akan menetapkan Dirut PT Bank Mandiri (Persero) Tbk baru.
 
"Hari ini pasti saya akan mengundurkan diri, nanti akan dilakukan RUPS-LB," katanya di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 25 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serupa, Budi segera melayangkan surat pengunduran dirinya sebagai Dirut Inalum. Proses pengunduran diri Budi lebih gampang dari Kartika lantaran bukan merupakan perusahaan terbuka.
 
"Jadi harusnya lebih gampang," ucap Budi.
 
Budi menjabat sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sejak 2017 lalu. Sebelum itu, pria berusia 55 tahun ini merupakan Direktur Utama Bank Mandiri sejak 2006 hingga 2013. Setelah lulus dari Mandiri, Budi dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri BUMN saat kepemimpinan Rini Soemarno.
 
Sedangkan, Tiko saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak 2015 lalu. Tiko pernah menjabat sebagai Managing Director Mandiri Sekuritas pada 2011. Kemudian dia menjadi CEO Indonesia Infrastructure Finance, anak usaha dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
 
Setelah itu dia menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) setelah ditunjuk oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) awal 2014.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif