Wakil Menteri keuangan Suahasil Nazara. FOTO: MI/RAMDANI
Wakil Menteri keuangan Suahasil Nazara. FOTO: MI/RAMDANI

Wamenkeu: Jangan Anggap Utang sebagai Tujuan

Ekonomi utang luar negeri pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
Annisa ayu artanti • 05 Desember 2019 08:48
Jakarta: Pemerintah akhirnya mengambil opsi sulit dan tidak populis yakni harus berutang untuk menjalankan roda perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global sekarang ini. Bahkan, defisit anggaran tahun ini diramal 2,2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau meleset dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,8 persen dari PDB.
 
Akibat dari melebarnya angka defisit tersebut, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara tidak menampik, utang pemerintah akan bertambah. "Kalau misalkan defisitnya lebar artinya utang tambah Pak? Iya, kita akan ambil itu," kata Suahasil, dalam acara Market Outlook 2020 Mandiri, di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu malam, 4 Desember 2019.
 
Meski demikian, Suahasil meminta semua pihak jangan menganggap langkah berutang ini sebagai tujuan utama pemerintah. Utang, disebutnya, sebagai alat menjalankan perekonomian nasional guna mencapai target pertumbuhan ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena itu lah utang itu selalu kita anggap sebagai alat, bukan tujuan. Tujuan kita bukan utang, tujuan kita menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," jelas dia.
 
Ia menuturkan berutang ditempuh pemerintah mengingat kondisi global tahun ini yang penuh tantangan. Pertumbuhan ekonomi global tertekan karena adanya perang dagang. Alhasil kondisi tersebut berdampak pada Indonesia, termasuk dari sisi penerimaan.
 
"Pajak akan mengalami shortfall kekurangan penerimaan tapi tugas kami menjaga anggaran," ucap dia.
 
Lebih lanjut, Suahasil mengatakan, berutang juga dilakukan karena pemerintah tidak mau melakukan pemotongan anggaran. Sebab pemotongan anggaran akan berdampak pada perekonomian. Selain berutang pemerintah melakukan insiatif seperti efisiensi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
 
"Lewat efisiensi, lewat pengendalian dan upaya-upaya yang lain tapi kami tidak melakukan pemotongan anggaran, kenapa tidak melakukan pemotongan anggaran? Karena perekonomian lagi turun," pungkas dia.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif