Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

RI Tiru Negara Lain Bentuk Lembaga Dana Abadi Pengelola Investasi

Ekonomi investasi Kementerian Keuangan Sovereign Wealth Fund (SWF)
Eko Nordiansyah • 02 Desember 2020 14:12
Jakarta: Indonesia akan membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF). Pemerintah akan meniru lembaga serupa yang sudah ada di berbagai negara dengan tujuan mengelola dana-dana investasi yang masuk.
 
"Apa yang ingin kita bentuk sudah ada di negara lain, mulai dari yang besar sekali sampai yang baru mulai. Size akan jadi acuan dari LPI," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata dalam Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja secara virtual, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Isa menyebut, salah satu negara yang mempunyai lembaga pengelola investasi adalah Norwegia. Melalui Norway Oil Fund, lembaga ini memiliki dana kelolaan yang telah mencapai USD1.099 miliar atau merupakan yang paling tinggi di antara lembaga serupa di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Norway Oil Fund ini dibangun pemerintah Norwegia untuk mengelola dana hasil penambangan minyak. Mereka menggunakan hasil produksi minyak untuk ditabung dan digandakan karena sadar betul minyak mereka tidak selamanya ada," jelas dia.
 
Sementara salah satu yang dinilainya akan mirip dengan yang dibentuk pemerintah adalah Russian Direct Investment Fund milik Rusia. Pasalnya lembaga ini memiliki tugas untuk menarik dana dari luar negeri untuk diinvestasikan di negaranya.
 
Ia menambahkan, saat ini Russian Direct Investment Fund mengelola dana mencapai USD10 miliar dengan investasi asing langsung empat kali lipat dari dana kelolaannya. Namun begitu, Isa menyebut, pemerintah akan mengambil best practice dari berbagai negara.
 
"Pada akhirnya tidak semuanya memang aplikabel di Indonesia, tapi kita juga banyak mengambil yang baik-baik dari sana karena memang kita ingin menciptakan satu SWF atau lembaga pengelolaan investasi yang berkelas dunia, berstandar internasional terutama untuk governance-nya," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif