Pemerintahan Presiden Joko Widodo masih akan melindungi masyarakat lapisan terbawah. Foto: AFP.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo masih akan melindungi masyarakat lapisan terbawah. Foto: AFP.

Janji Jokowi untuk Lindungi Masyarakat Lapisan Bawah

Ekonomi Nota Keuangan 2019
Angga Bratadharma • 16 Agustus 2019 15:26
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan terus memberikan perlindungan khususnya bagi 40 persen lapisan masyarakat terbawah sejak dari dalam kandungan hingga lanjut usia. Guna efektif dan efisien, pemerintah terus memperbaiki target sasaran, meningkatkan sinergi antar-program, dan melakukan evaluasi agar kebijakan berbasis bukti.
 
Pada 2020, Jokowi mengatakan, pemerintah akan menyalurkan anggaran untuk 96,8 juta jiwa penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melanjutkan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, dan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada 15,6 juta keluarga melalui kartu sembako.
 
"Dengan kartu sembako, keluarga penerima manfaat dapat membeli dan memilih bahan pangan yang lebih beragam," kata Jokowi, dalam Pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2020 dan Nota Keuangan, di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 16 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu, lanjut Jokowi, karena jumlah bantuan yang diterima meningkat menjadi Rp1,80 juta per keluarga per tahun, dari sebelumnya sebesar Rp1,32 juta per keluarga per tahun. Selain dari bantuan yang ditujukan pada keluarga tak mampu, masih kata Jokowi, pemerintah juga hadir untuk melanjutkan program-program yang mendukung usaha ultra mikro dan UMKM.
 
"Semua ini didesain untuk memastikan unit sosial dan ekonomi terkecil di masyarakat, baik keluarga maupun UMKM yang memang membutuhkan uluran tangan, dapat tersentuh langsung oleh program pemerintah," kata Jokowi dalam pidatonya yang disampaikan pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR RI Tahun Sidang 2019–2020.
 
Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan, ekonomi Indonesia harus tetap mampu tumbuh di saat ekonomi negara-negara lainnya tengah melambat. Salah satu kuncinya dengan meningkatkan daya saing nasional, yang bertumpu pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
 
"Situasi krisis harus kita balik sebagai peluang, kita harus jeli. Kita manfaatkan kesulitan sebagai kekuatan untuk bangkit, untuk tumbuh, untuk Indonesia Maju," kata Jokowi.
 
Dirinya menambahkan SDM yang berkualitas merupakan modal penting memasuki era ekonomi berbasis digital. Berbagai program pembangunan SDM disiapkan pemerintah untuk memastikan bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan. Bahkan, lanjutnya, Indonesia harus mampu membangun generasi bertalenta yang berkarakter.
 
"Dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Apalagi saat ini Indonesia memiliki modal awal untuk bersaing di tingkat global. Saya yakin dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, Indonesia dapat segera mewujudkan visinya menjadi negara maju," pungkas Presiden Jokowi.
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif