Illustrasi. Dok : Fortune.
Illustrasi. Dok : Fortune.

Valuasi Seluruh Unicorn Setara Perekonomian Indonesia

Ekonomi Unicorn
Nia Deviyana • 15 Agustus 2019 19:28
Jakarta: Perkembangan ekonomi digital memberi dampak positif pada perkembangan bisnis startup atau perusahaan rintisan. Hal tersebut terlihat dari valuasi perusahaan yang semakin melambung nilainya. Data Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat, hingga Maret 2019 nilai pasar kumulatif seluruh unicorn sekitar USD1.038 miliar atau Rp 14.822 trilun.
 
"Kira-kira setara dengan keseluruhan perekonomian Indonesia," ujar Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas Lwonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo saat mengisi diskusi di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis, 15 Juli 2019.
 
Teguh menuturkan laju pertumbuhan unicorn tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dia juga memproyeksikan sedikitnya 50 atau lebih startup akan menjadi unicorn pada lima tahun ke depan secara global.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Asia Tenggara adalah wilayah yang memiliki unicorn paling banyak di wilayah Asia, setelah Tiongkok dan India," tuturnya.
 
Indonesia saat ini memiliki empat startup berlevel unicorn alias memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar atau Rp13 triliun. Unicorn tersebut terbagi dalam tiga jenis industri, yaitu Gojek yang merajai sektor transportasi, Tokopedia dan Bukalapak di marketplace, serta Traveloka yang memanjakan masyarakat berhobi pelesir.
 
Bahkan, Gojek berhasil naik peringkat dari unicorn menjadi decacorn. Gojek resmi menjadi platform digital pertama asal Indonesia yang nilainya melebihi USD10 miliar. Dalam The Global Unicorn Club, nilai valuasi Gojek sudah menembus Rp141 triliun dan menduduki peringkat ke 19 secara global. Keberhasilan Gojek ini tak terlepas dari masifnya investasi yang masuk baik dari dalam dan luar negeri.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif