Gubernur BI Perry Wajiyo. Medcom/Eko Nordiansyah.
Gubernur BI Perry Wajiyo. Medcom/Eko Nordiansyah.

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2019 hanya 5,05%

Ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Annisa ayu artanti • 24 Oktober 2019 20:23
Jakarta: Bank Indonesia (BI) meramalkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 hanya mencapai 5,05 persen, lebih rendah dari proyeksi awal BI yang sebesar 5,1 persen.
 
"Berdasarkan pemantauan dari berbagai indikator memang pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2019 akan sekitar 5,05 persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Perry menyebutkan indikator yang menjadi pertimbangan BI dalam menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah penjualan eceran, kegiatan dunia usaha, dan optimisme konsumen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan hasil survei BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus 2019 hanya tumbuh 1,1 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan dengan IPR Juli 2019 yang tumbuh sebesar 2,4 persen yoy.
 
Lalu, Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kegiatan usaha pada triwulan III 2019 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan dengan kegiatan usaha pada triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 13,39 persen, lebih rendah dari 19,17 persen pada triwulan sebelumnya.
 
Kemudian, survei konsumen juga mengindikasikan optimisme melemah. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2019 sebesar 121,8 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 123,1.
 
Adapun, kata Perry pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 ditopang oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang diperkirkaan akan tumbuh sekitar 5 persen. Sementara untuk tahun 2019, lanjut Perry, BI memprediksi pertumbuhan ekonomi akan dibawah 5,2 persen.
 
"Kami melihat keseluruhan tahun, pertumbuhan akan cenderung berada di bawah titik tengah target. Titik tengah itu 5,2 persen, itu artinya akan tumbuh cenderung dibawah 5,2 persen," tukas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif