Gubernur BI Perry Warjiyo (MI/PANCA SYURKANI)
Gubernur BI Perry Warjiyo (MI/PANCA SYURKANI)

Tiga Pemicu Derasnya Modal Asing ke Indonesia

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bank indonesia ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 01 Maret 2019 19:08
Jakarta: Bank Indonesia (BI) optimistis arus modal asing yang masuk masih cukup tinggi hingga dua bulan mendatang. Kondisi itu nantinya bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan berdampak ke pertumbuhan ekonomi.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut hal ini disokong sejumlah faktor. Pertama, kata dia, Surat Berharga Negara (SBN) yang ditawarkan memiliki imbal hasil yang cukup menarik dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.
 
"Kalau dibandingkan dengan negara lain, termasuk India, selisih suku bunga di Indonesia masih menarik," ujar Perry, di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua, derasnya arus modal asing disokong kondisi fundamental perekonomian dalam negeri yang menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, lanjutnya, valuasi atau penilaian harga saham menjadi menarik sehingga investor akan masuk.
 
"Terlihat kan arus modal yang masuk tidak hanya dari SBN, tetapi juga saham," tukas dia.
 
Ketiga, lanjut Perry, kebijakan-kebijakan yang ditempuh pemerintah, BI, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mampu menjaga stabilitas makroekonomi, menekan inflasi, dan nilai tukar sehingga meningkatkan kepercayaan investor.
 
"Tahun lalu kita kena tekanan-tekanan global, tapi dengan sinergi kebijakan mampu menjaga stabilitas ekonomi kita," tuturnya.
 
BI menyatakan aliran modal asing yang masuk secara year to date (ytd) sampai dengan 28 Februari 2019 totalnya mencapai Rp63 triliun. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp6 triliun.
 
Adapun jumlah Rp63 triliun tersebut terdiri dari SBN Rp49,5 triliun, saham Rp12,6 triliun, dan SBI Rp1,4 triliun. Bertambahnya aliran modal asing diharapkan memberi kontribusi positif terhadap kinerja neraca pembayaran yang diperkirakan kembali surplus dengan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) yang lebih rendah dari kuartal IV-2018.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif