Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Pemilu Tak Ganggu Ekonomi RI

Ekonomi ekonomi indonesia pilpres 2019
Eko Nordiansyah • 21 Maret 2019 11:38
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) 2019 tidak akan mengganggu perekonomian Indonesia. Justru dirinya mewaspadai adanya tekanan global yang bisa mengancam upaya memperkuat ekonomi nasional.
 
Menurut dia bukan pertama kalinya Indonesia melaksanakan pesta demokrasi, sehingga sudah memiliki pengalaman yang cukup baik. Hanya saja pemilu 2019 memang dilaksanakan secara serentak antara pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres).
 
"Jadi saya minta agar pemilu tidak dicemaskan, tapi kita tetap harus waspada terhadap lingkungan global yang cukup nyata, sehingga kita harus betul fokus memperkuat ekonomi kita," kata dia ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Mulyani mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan melanjutkan tren positif di 2018. Apalagi di awal 2019 ini, indikator ekonomi Indonesia menunjukan hal yang cukup baik dari mulai inflasi yang terjaga hingga neraca perdagangan yang mencatat surplus.
 
"Kita tentu menjaga agar momentum baik pada 2018 dapat terus terjaga pada 2019. Kemarin sudah diawali dengan baik. Inflasi rendah, bahkan deflasi pada Februari, kemudian neraca pembayaran, transaksi perdagangan juga positif," jelas dia.
 
Dirinya menambahkan, perekonomian global yang diprediksi mengalami pelemahan akan menjadi tantangan tersendiri pada tahun ini. Oleh karena itu, pemerintah akan fokus menjaga penggerak motor ekonomi domestik agar pertumbuhan ekonomi bisa terjaga.
 
"Kalau lingkungan global melemah, kita harus fokus dalam negeri, harus tahan dan bahkan diperkuat. Konsumsi dalam negeri harus meningkat, investasi dan belanja juga meningkat dan diversifikasi ekspor, sehingga target pertumbuhan ekonomi tercapai," jelas dia.
 
Tahun ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,3 persen sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Pada 2018, realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen, atau lebih rendah dari target 5,2 persen.
 
Sri Mulyani menambahkan pemerintah tetap akan menjalankan berbagai reformasi untuk mendukung perekonomian. Apalagi pemerintah telah berkomitmen dalam menarik investasi serta mendorong ekspor demi mendongkrak ekonomi nasional.
 
"Ini yang harus kami lakukan, dan lebih dalam melakukan reformasi. Ini apa yang pemerintah sedang lakukan, mendekati pemilu tak menjadi halangan untuk memperkuat ekonomi Indonesia," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif