Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: ANTARAHO/BKPM
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: ANTARAHO/BKPM

Menteri Investasi Susun Peta Peluang Investasi untuk Dorong Pemerataan

Ekonomi investasi BKPM Ekonomi Indonesia
Eko Nordiansyah • 19 Juni 2021 13:24
Jakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyusun peta peluang investasi proyek prioritas strategis yang siap ditawarkan. Penyusunan peta ini untuk memberikan informasi dan data yang akurat kepada investor terkait peluang investasi.
 
Bahlil mengatakan peran investasi diharapkan mampu mengatasi ketimpangan wilayah melalui keterlibatan proses realisasi Proyek Prioritas Strategis. Saat masuk ke Kementerian Investasi, ia melihat proses promosi investasi belum dilakukan secara terstruktur sehingga sulit untuk menarik investor.
 
"Kita seperti mengarang bebas karena belum adanya desain investasi yang terstruktur. Dengan adanya peta peluang investasi ini, investor dapat lebih mudah menetapkan keputusannya dengan proyek yang strategis," kata dia dalam keterangan resminya, Sabtu, 19 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan adanya informasi yang komprehensif dari hasil kajian, Bahlil berharap dapat membantu para investor dalam mengambil keputusan berinvestasi di Indonesia. Pada akhirnya, pertumbuhan realisasi investasi ini akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.
 
Ia menambahkan, peningkatan dan pemerataan investasi ini menjadi penting bagi upaya pemulihan ekonomi. Apalagi setelah adanya Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 11 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan Investasi yang disahkan pada 4 Mei 2021.
 
"Kita tidak boleh hanya berpusat pada daerah Jawa, harus ada pemerataan investasi daerah. Maka dari itu dengan adanya peta peluang investasi ini, harus ada keterlibatan pengusaha lokal daerah," ungkapnya.
 
Kegiatan Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis tahun 2021 merupakan kelanjutan kegiatan tahun lalu. Sektor-sektor yang menjadi fokus pemetaan yaitu sektor pariwisata, pengembangan kawasan dan industri yang terintegrasi kawasan, dan infrastruktur penunjang kawasan.
 
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini nantinya berupa peta peluang investasi sebanyak 25 proyek yang berlokasi di 20 provinsi di seluruh Indonesia, dalam bentuk pra-Feasibility Study dengan analisis di berbagai aspek, infografis (info memo), dan informasi proyek berbasis spasial.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif