Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Kementerian Keuangan

Bikin Kesenjangan, Sri Mulyani Anggap Korupsi sebagai Penyakit yang Luar Biasa Berbahaya

Ekonomi kemiskinan Sri Mulyani kasus korupsi Kementerian Keuangan Ekonomi Indonesia
Eko Nordiansyah • 08 Desember 2021 11:58
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan korupsi merupakan suatu penyakit yang luar biasa berbahaya bagi negara. Tingginya angka korupsi dinilai bisa meningkatkan angka kesenjangan (inequality) dan kemiskinan (poverty) sehingga memberikan dampak yang luar biasa bagi negara.
 
"Kita harus melihat korupsi sebagai musuh bersama. Kita melihat angka-angka apabila korupsi itu merajalela akan terjadinya inequality dan poverty yang terus-menerus, kita melihat di seluruh dunia dan kita bisa mudah mendapatkan bukti tersebut," kata dia, dalam webinar, Rabu, 8 Desember 2021.
 
Sri Mulyani mengungkapkan penyakit korupsi tidak hanya terjadi di tingkat pejabat atau kelompok institusi tertentu saja. Untuk itu, ia berharap, budaya anti korupsi harus bisa dijadikan sebagai landasan negara memerangi korupsi sehingga tidak menciptakan kesenjangan dan kerusakan dalam mencapai tujuan bernegara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Korupsi adalah suatu musuh bersama, dia tidak berada dalam lokasi kedudukan tertentu, dia tidak mendengar mengenal profesi, semuanya bisa dihinggapi apa yang disebut penyakit korupsi ini. Jadi jangan berfikir korupsi itu hanya untuk pejabat atau kelompok institusi tertentu," ungkapnya.
 
Saat ini, ia menambahkan, skor korupsi di Indonesia meningkat meskipun sempat mengalami penurunan pada tahun lalu. Meskipun hal ini merupakan capaian yang positif bagi pemerintah untuk membangun kepercayaan masyarakat, namun tugas untuk memberantas korupsi tidak bisa berhenti begitu saja.

Terus menekan angka korupsi

Menurutnya, tugas pemerintah untuk terus menekan angka korupsi menjadi tugas yang luar biasa berat. Begitu pula Kementerian Keuangan selaku bendahara negara juga memiliki tugas yang sama untuk bersama-sama memberantas korupsi yang bisa mengganggu mencapai tujuan untuk menjadi negara yang adil dan makmur.
 
"Ini berarti tugas kita masih sangat besar dan sangat banyak. Korupsi memiliki dampak yang luar biasa merusak. Kalau kita lihat dari sisi upaya-upaya pemerintah maka korupsi bisa menggerus apa yang disebut tingkat kepercayaan, karena masyarakat tidak lagi bisa mempercayai suatu pemerintah yang dianggap sangat korup," tuturnya.
 
"Sehingga kemudian akan terjadi gejolak politik sosial, menciptakan kualitas atau kesenjangan yang luar biasa, menciptakan kerusakan dalam kehidupan sosial ekonomi," pungkas dia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif