Ilustrasi Gedung DPR RI - - Foto: Antara/ Fauzan
Ilustrasi Gedung DPR RI - - Foto: Antara/ Fauzan

Komisi XI DPR Belum Terima Draf RUU KUP yang Memuat Rencana PPN Sembako

Ekonomi pangan perpajakan Bahan Pokok DPR RI PPN
Eko Nordiansyah • 10 Juni 2021 18:57
Jakarta: Komisi XI DPR mengaku belum menerima draf revisi kelima Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang memuat rencana Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok.
 
Anggota Komisi XI dari Fraksi PDIP Andreas Eddy Susetyo menyebut draf RUU tersebut belum berada di tangannya sehingga ia belum bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para pedagang sembako.

 
"Kami saja belum menerima drafnya. Tapi sebagai mitra kami kaget ketika media, kemudian bahkan pedagang-pedagang pasar bahkan telepon saya," katanya dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Andreas menyebut masalah ini menyangkut keberlangsungan banyak orang sehingga diperlukan komunikasi publik yang tepat. Ia pun meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk mengklarifikasi rencana tersebut.
 
Anggota Komisi XI Fraksi Gerindra Kamrussamad pun turut heran dengan rencana pemerintah untuk menerapkan pajak sembako. Pasalnya, kebijakan PPN pada kelompok ini akan membebani masyarakat.
 
"Kita tahu, kemarin pemerintah membebaskan PPnBM untuk kendaraan bermotor. Saat ini rakyat akan dipajaki, sembako akan dikenakan PPN. Seharusnya tidak boleh itu ada usulan atau rencana untuk mengenakan pajak pada kebutuhan pokok rakyat," ungkap dia.

 
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menyebut pembahasan draf RUU KUP memang belum terjadwalkan di Komisi XI. Bahkan rencana revisi UU KUP ini juga belum dibahas di Badan Musyawarah (Bamus) DPR.
 
"Sampai sekarang belum dibahas di Bamus, kita belum terima draf dari pemerintah. Jadi supaya tidak ada misleading kita bahas pada saat kita setelah menerima bahan tersebut," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif