Ekonomi Indonesia. Foto : AFP.
Ekonomi Indonesia. Foto : AFP.

Fundamental RI Masih Kuat untuk Dukung Pemulihan Ekonomi

Ekonomi ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 02 Juni 2020 09:53
Jakarta: Fundamental ekonomi Indonesia diyakini masih cukup baik untuk mendukung proses recovery usai pandemi virus korona (covid-19) ini. Terhambatnya ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu terakhir lebih dikarenakan imbas penyebaran covid-19.
 
"Fundamental ekonomi masih belum ada masalah, perekonomian kita hanya terganggu oleh wabah," kata Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah kepada Medcom.id di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2020.
 
Dirinya menambahkan, jika pandemi berlangsung lebih lama maka dikhawatirkan fundamental ekonomi Indonesia akan terganggu. Untuk itu, penerapan kenormalan baru (new normal) diharapkan bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang kalau wabah ini berlangsung lebih lama lagi dan perekonomian terus ditutup tanpa ada bantuan bagi dunia usaha, banyak faktor fundamental kita yang akan mulai terganggu dan proses recovery kita akan menjadi lebih lambat," ungkapnya.
 
Pada kuartal I-2020 ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97 persen. Inflasi tercatat masih terkendali. Sementara volatilitas di pasar keuangan imbas covid-19 mulai berangsung membaik. Nilai tukar rupiah yang sempat terdepresiasi juga kembali ke level sebelum pandemi.
 
Sebelumnya, Morgan Stanley dalam risetnya memaparkan pemulihan ekonomi Indonesia tercepat kedua setelah Tiongkok. Pemulihan ekonomi Indonesia ini sejajar dengan Filipina dan India.
 
Demikian terungkap dalam riset Morgan Stanley berjudul "Tracking Covid-19 and Real Time Indicators" yang dikeluarkan pada 20 Mei 2020, dikutip Medcom.id, Minggu, 31 Mei 2020.
 
Riset tersebut memaparkan Morgan Stanley melihat Tiongkok akan menjadi yang pertama kali pulih ekonominya di antara negara AXJ (negara kawasan Asia selain Jepang) pada kuartal III-2020.
 
Pemulihan ekonomi Indonesia bersama dengan Filipina dan India diprediksi menjadi tercepat kedua setelah Tiongkok, mengingat orientasi permintaan domestik dan struktural yang lebih kuat. Namun demikian, pemulihan ekonomi bagi tiga negara ini adalah jika covid-19 tidak memuncak pada kuartal II-2020.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif