Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Porsi Kepemilikan Asing Bakal Ganggu Rupiah, Darmin: Jangan Dirisaukan

Ekonomi daftar negatif investasi
Suci Sedya Utami • 12 Februari 2016 15:25
medcom.id, Jakarta: Kekhawatiran muncul setelah Pemerintah merevisi aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang membuka peluang kepemilikan asing lebih besar untuk berinvestasi di beberapa bidang usaha dalam negeri.
 
Pasalnya, dengan banyaknya porsi pelonggaran hingga 100 persen untuk menarik minat asing berinvestasi, maka akan membuat banyak uang yang akan keluar (capital outflow) melalui bagi hasil (dividen) yang dibawa sang pemilik modal ke negara asalnya. Jika terjadi arus keluar, tentunya akan membuat tekanan pada nilai tukar rupiah.
 
Namun, kekhawatiran tersebut ditepis Menko Perekonomian Darmin Nasution. Menurut dia, keuntungan yang didapat investor tidak serta merta dalam waktu yang cepat. Perlu waktu tak singkat untuk membawa dividen pulang ke negara aslinya. Sehingga, untuk saat ini tekanan ke rupiah masih ditaksir dalam batas aman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi enggak usah dirisaukan, yang begitu itu normal," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
 
Dirinya menjelaskan, lagi pula hal tersebut wajar dalam hitung-hitungan ekonomi, tujuan orang berinvestasi yakni untuk mendapat keuntungan. Menurut Darmin, hukum investasi di negara manapun, dividen memang diperbolehkan untuk dibawa pulang ke negara asalnya. Tinggal, bagaimana kesepakatan atau hitung-hitungan antara pemerintah dan investor yang bersangkutan.
 
Lebih jauh, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini memandang, agar dana yang keluar tetap terjaga dan tak terlalu besar dibawa pulang, maka investasi tersebut bisa digunakan dalam bentuk pembangunan pabrik dan sebagainya, agar asetnya tetap berada di Indonesia.
 
"Ya kalau dia investasi enggak mau lari investasinya, jadi gedung, pabrik atau apa. Dia tetap di sini," jelas Darmin.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif