Menkeu Minta Masyarakat tak Takut Berlebihan soal Utang

Eko Nordiansyah 31 Oktober 2018 19:02 WIB
utang luar negeriapbn
Menkeu Minta Masyarakat tak Takut Berlebihan soal Utang
Menkeu Sri Mulyani. (MI/Permana).
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat tak takut berlebihan soal utang. Menurutnya pemerintah akan dengan hati-hati mengelola utang agar tidak menjadi beban keuangan negara.

"Kami minta untuk dibantu semuanya tolong menjelaskan masyarakat tidak phobia, tapi tidak berarti juga tidak hati-hati," kata dia dalam dialog di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Oktober 2018.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah tak hanya memiliki utang sebagai alat untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hanya saja utang sering kali menjadi bahan kritikan dari para politisi kepada pemerintah.

"Kita juga punya instrumen pembiayaan kalau sekarang pembiayaan yang lebih dikenal karena dipopulerkan politisi hanya utang. Tapi sebetulnya ada utang ada investment. Utang pun kami akan terus hati-hati," jelas dia.

Pembiayaan tadi, lanjut dia, digunakan untuk investasi misalnya untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan menjalankan proyek pemerintah. Sebut saja beberapa BUMN di bawah Kementerian Keuangan yaitu PT SMI, LPEI, hingga PT PII.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menyebutkan, APBN tidak hanya digunakan untuk belanja pemerintah yang sifatnya konsumtif saja. Namun APBN juga bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi Indonesia, seperti halnya infrastruktur.

"Poinnya APBN kita bisa pakai dari revenue side, penerimaan belanja maupun pembiayaan semuanya tujuannya supaya connecting masalah dan solusi bagaimana di-deliver secepat mungkin," pungkasnya.






(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id