Pilpres 2019, Inflasi Bisa di Bawah 3,5%
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengoreksi perkiraan inflasi 2019 berada di bawah 3,5 persen secara tahunan. Proyeksi itu sudah memperhitungkan gelaran Pemilu Presiden (Pilpres) tahun mendatang.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pesta demokrasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi di rentang 5,1-5,5 persen dengan current account deficit (CAD) sebesar 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka pertumbuhan ekonomi tersebut kemudian membuat bank sentral mengoreksi ke bawah target inflasi 2019.

"Sudah kita pertimbangkan bahwa perkiraan inflasi 2019 akan berada di bawah 3,5 persen yoy. Kami komunikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun depan 5,1-5,2 persen dengan pertimbangan Pilpres dan Pileg," ujar saat ditemui di Kompleks Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Menurut Perry, biaya kampanye selama Pilkada serentak akan menaikkan angka konsumsi lembaga negara non rumah tangga. Kenaikan itu merupakan bagian dari perkiraan PDB di mana sektor konsumsi lembaga negara non rumah tangga masuk dalam kategori konsumsi swasta.

"Kalau dilihat itu ada konsumsi dibagi menjadi dua, konsumsi Pemerintah dan konsumsi swasta. Konsumsi swasta itu terkait rumah tangga dan konsumsi lembaga negara non rumah tangga," imbuh dia.

Adapun bank sentral meramalkan angka inflasi pada akhir 2018 berada di kisaran 3,2 persen secara tahunan (yoy). Angka itu juga menunjukkan tekanan yang lebih rendah dari perkiraan bank sentral sebelumnya.

"Akan lebih rendah lagi dr perkiraan kami bisa sampai 3,2 persen yoy," tegas Perry.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id